Laman

Rabu, 18 Januari 2012

Peserta KB Baru di Musi Rawas Melebihi Target


Jemain

MUSI RAWAS, Jurnal Rakyat: Sepanjang tahun 2011 lalu, peserta Keluarga Berencana (KB) Baru di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan melebihi target yang diperkirakan.

Kepala Badan KB Kabupaten Musi Rawas, Jemain, Rabu (18/1),pada tahun 2011 Perkiraan Permintaan Masyarakat Peserta KB Baru (PPM PB) ditargetkan sebanyak 33.573, namun saat pencapaiannya melebihi target yakni sebanyak 34.182 peserta KB baru atau sebesar 102 persen.

"Adapun kontrasepsi yang dipakai peserta KB diantaranya IUD  sebanyak 636 peserta, MOW 27 peserta, MOP 2 peserta, kondom 5.068 peserta, implan 4.846 peserta, suntikan 14.245 peserta dan pil 9.350 peserta,"katanya.

Ditahun 2012 ini, kata dia Badan Keluarga Berencana Kabupaten Musi Rawas, melakukan penajaman sasaran dengan meningkatkan sosialisasi dan pelayanan KB kepada masyarakat setempat.

"Penajaman sasaran ini, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terutama kepada Pasangan Usia Subur (PUS) serta meningkatkan kerjasama semua pihak, mulai dari tingkat kecamatan hingga ke tingkat desa,"katanya.

Kerjasama yang ditingkatkan itu, kata dia adalah kerjasama terhadap Unit Pelaksana Teknis KB di tingkat kecamatan, bidan-bidan desa, kader-kader Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPLKBD), perangkat desa maupun tokoh masyarakat.

Saat ini di  Musi Rawas sudah tercatat sebanyak 117.802 Pasangan Usia Subur (PUS) dan yang menjadi perserta KB aktif sebanyak 93.168 peserta.(Ande)

Minta Pekerjaan, Plaza Pupuk Kaltim Didemo


Ilustrasi Demonstrasi

JAKARTA, Jurnal Rakyat: Sekitar 50 orang yang tergabung dalam Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) Bontang mendatangi kantor Plaza Pupuk Kaltim di Jakarta. Mereka meminta agar dipekerjakan dalam proyek Kaltim V di Bontang. 


Salah satu demonstran yang bernama Nano mengatakan mereka menuntut untuk dipekerjakan dalam proyek Kaltim V di Bontang. Namun dirinya enggan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai masalah ini. 


“Kita menunggu hasil diskusi yang dilakukan bos di dalam”, katanya ditemui di lokasi aksi, Selasa (17/1/2012).


Sementara itu salah satu karyawan Plaza Pupuk Kaltim yang tidak bersedia disebutkan namanya mengaku massa yang melakukan aksi ini merupakan warga di sekitar lokasi proyek. 

“Mereka mengatasnamakan warga Bontang (warga sekitar lokasi proyek). Padahal yang orang asli Bontang adalah koordinatornya. Kalau yang lain belum bisa dipastikan apakah warga Bontang dan bertempat tinggal di Bontang, atau warga Bontang yang berdomisili di Jakarta," ujarnya. 


Dikatakan kembali, untuk tenaga kerja dan pelaksanaan proyek tersebut yang mengatur adalah IKPT (Inti Karya Persada Tekhnik) selaku pemenang tender. 


“Kita hanya menyerahkan pelaksanaan serta pengeloalaan proyek tersebut kepada kontraktor. Kalau hendak menuntut tentang pekerjaan seharusnya langsung ke IKPT”, kata karyawan Plaza Pupuk Kaltim tersebut.(Okezone)