Laman

Tampilkan postingan dengan label Jurnal Sumsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jurnal Sumsel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Desember 2013

Hamili Pacar, Calon Pengantin Ditangkap Polisi



Ilustrasi                               Foto. Istimewa
OGAN KOMERING ULU, Jurnal Rakyat : PD (23) terpaksa menelan pil pahit. Calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dan resepsi tanggal 22 Desember 2013 ini keburu ditangkap polisi pada Kamis (19/12/2013) .

PD yang masih tercatat sebagai mahasiswa disalah satu PTS di OKU Timur ini terpaksa berurusan dangan polisi setelah meninggalkan pacarnya, sebut saja namanya Kenanga (18) yang sedang hamil tiga bulan. Warga Rasuan Baru, Kecamatan Madang Suku II, OKU Timur itu ditangkap polisi di rumahnya sekitar pukul 14.00.

Saat ditangkap, pelaku sedang bersiap siap menyambut hari bahagia dengan kekasih barunya. Menurut informasi, sedianya polisi sudah mengincar pelaku sejak dua hari lalu namun karena terus disembunyikan oleh keluarga calon mempelai wanita maka petugas kesulitan menangkap pelaku.

Pelaku yang ditemui di Mapolres OKU mengakui dirinya berpacaran dengan Kenanga selama tiga tahun dan pernah melakukan hubungan layaknya suami isteri. Awalnya mahasiswa semester IX ini berkelit dan mengatakan dia sudah putus dengan Kenanga. Bahkan ia berusaha mengelak dari tanggung jawab dengan mengatakan untuk memastikan janin yang sedang dikandung Kenanga nantinya harus dites DNA dulu untuk memastikan apaka benar anaknya.

“Namun setelah dikonfrontir dengan korban, pelaku akhirnya mengakui,” terang Kanit PPA Brigadir Yulia Pitrianti SSos.

Terpisah Kenanga yang kini sudah berbadan dua tidak terima dicampakan begitu saja oleh pria yang sudah merusak masa depannya, apalagi pelaku akan menikah dengan gadis lain. 
“Setelah habis manis sepah dibuang,” kata siswi SMA di Baturaja ini.

Ia menambahkan karena pelaku tidak mau bertanggung jawab maka dia lebih senang kalau pelaku meringkuk di penjara. Sebab korban mencoba bicara baik baik namun pelaku malah minta izin menikah dengan gadis lain. Apabila korban tetap nekad, pelaku mengatakan dia akan menikahi gadis lain terlebih baru mau menikahi Kenanga.

Terpisah AKBP Mulyadi Sik MH mengatakan, pihaknya sudah mengambil keterangan saksi korban dan pelaku, bahkan sudah merampungkan berkasnya dan segera dilimpahkan Ke Jaksa
Menurut kapolres, tersangka pelaku dijerat Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(sripoku)

Selasa, 17 Desember 2013

PNS BKBD Empat Lawang Tenggak Racun



Ilustrasi                              Foto. Istimewa
EMPAT LAWANG, Jurnal Rakyat : Kantor Badan Keluarga Berencana Daerah (BKBD) Empat Lawang, Sumatera Selatan mendadak heboh dengan salah seorang pegawai pingsan setelah tenggak racun nyamuk, Senin (16/12/2013). Diduga sedang mengalami permasalahan keluarganya, membuat Maryati (27) warga Pensiunan, Kecamatan Tebing Tinggi ini mencoba mengakiri hidupnya pada saat berada di kantor.

Informasi yang berhasil dihimpun, menyebutkan ibu satu anak ini berangkat ke Kantor BKB Empat Lawang tempat ia bekerja seperti biasanya. Sesampainya di kantor, ia terlihat murung seperti sedang dirundung masalah yang rumit.
Setelah beberapa jam di kantor, sekitar pukul 10.00 kantor BKBD Empat Lawang dihebohkan dengan kondisi Maryati yang terkulai pingsan dan mulutnya mengeluarkan busa. Puluhan pegawai lainnya langsung membawanya ke RSUD Empat Lawang untuk mendapatkan perawatan medis.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis RSUD Empatlawang, diketahui Maryati tengak racun nyamuk Hit. Racun tersebut, sebelumnya ditumbuk, setelah racun nyamuk tersebut lebur, dilarutkan dengan air, lalu diminumnya sebanyak dua gelas.

Melina, ibu korban mengatakan, anaknya tersebut memang sedang ada masalah dalam keluarganya, terutama masalah terhadap suami korban. Namun, dirinya tidak mengetahui secara pasti permasalahan yang sedang menimpa anaknya.
"Sepertinya ada masalah dalam keluarganya, saya tidak tahu secara pasti. Karena, beberapa hari terakhir memang sering terlihat murung," ungkapnya.(Sripoku)

Jumat, 13 Desember 2013

2015 Seluruh Desa di OI Terang Benderang



Mawardi Yahya                      Foto. Net
OGAN ILIR, Jurnal Rakyat : Sebanyak 11 desa di Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, khususnya wilayah terpencil Kecamatan Inderalaya seperti Desa Aurstanding, Ulak Segelung, Desa Ibul serta desa-desa lainnya hingga saat ini belum teraliri listrik.

Ini terjadi sejak Ogan Ilir masih tergabung di Kabupaten OKI 9 tahun silam. Namun pada tahun 2015 mendatang semuanya akan terang benderang.

"Untuk saat ini di Desa Ibul Besar Kecamatan Pemulutan sudah tersedianya jaringan listrik. Tinggal lagi disalurkan ke rumah penduduk," kata Bupati OI, Ir H Mawardi Yahya, Jumat (13/12/2013) ketika menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten OI.

Menurut Mawardi, bagi penduduk yang belum memiliki penerangan dimohon untuk bersabar.
Pemerintah sudah mencanangkan sekaligus memfokuskan pada Tahun 2014 nanti jaringan listrik sudah masuk ke desa-desa yang belum teraliri listrik.

"Jika sudah adanya jaringan listrik akan mudah tersalurkan ke rumah penduduk. Mudah-mudahan di tahun 2015 nanti semuanya sudah selesai dan tidak ada lagi desa khususnya di Kabupaten OI yang masih dalam kondisi gelap," janji Bupati.

Bupati juga menambahkan, anggaran dana pembangunan listrik berasal dari APBD.(Sripoku)

Senin, 09 Desember 2013

Program 1000 Koperasi Tercapai



Foto. Net
MUSI RAWAS, Jurnal Rakyat : Program 1.000 Koperasi yang dicanangkan Bupati Musi Rawas, Sumatera Selatan sudah tercapai bahkan melebih target yang ditentukan.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Bina Lembaga Koperasi pada Dinas Koperasi dan UKM, Musi Rawas, Gusti Rohmani saat dibincangi Jurnal Rakyat, Senin (9/12/2013).

“Jumlah koperasi yang terbentuk sudah mencapai 1030 dan koperasi-koperasi tersebut tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Musi Rawas. Itu termasuk juga yang ada diwilayah kabupaten Musi Rawas Utara, yakni sebanyak 311 koperasi dan mayoritas bergerak dibidang usaha simpan pinjam,"jelasnya.

Setelah tercapainya target, tambah Gusti, pihaknya akan berupaya meningkatkan kwalitas koperasi dengan terlebih dahulu melakukan pemetaan ulang.

"Setelah itu kita akan tahu dimana letak kelemahan atau faktor penyebab sehingga kwalitas koperasi tersebut masih kurang. Dan secara bertahap pengurus koperasi akan kita beri pelatihan untuk meningkatkan kwalitas SDMnya,"tuturnya.(Supran)

Minggu, 08 Desember 2013

Minat Baca Warga OI Masih Tergolong Minim



Foto. Net
OGAN ILIR, Jurnal Rakyat : Kendati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan telah menyediakan perpustakaan daerah yang terdiri dari sebanyak 9.072 buku, namun sampai dengan saat ini minat baca masyarakat bumi "Caram Seguguk" tergolong sangat minim.

Berdasarkan data dari Kantor Perpustakaan OI, minat baca warga yang dominan terdapat di Kecamatan Inderalaya serta di daerah pemukiman transmigrasi dan Kecamatan Rambang Kuang.

"Guna menumbuhkan minat baca kepada masyarakat tidaklah mudah, paling tidak pihak kantor Perpustakaan Daerah terus berupaya seperti melakukan penambahan buku hingga tersedianya kendaraan Perpustakaan keliling. Hanya saja, minat baca warga tergolong masih minim," kata Kepala Kantor Perpustakaan OI Masulin Sayuti, S.Sos, Jumat (7/12/2013) ketika ditemui di ruang kerjanya.

Ia menyatakan, sebanyak 9.075 buku yang ada di Perpustakaan Daerah tersebut, diantaranya yakni buku Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kesehatan, cerita anak dan ilmu pengetahuan keagamaan. Dengan sejumlah buku yang ada sebenarnya sudah cukup, lagi pula setiap tahunnya buku-buku tersebut terus diperbaharui.

Lanjutnya, beragam buku pustaka tersebut merupakan bantuan dari Perpustakaan Pusat, Perpustakaan Provinsi dan APBD OI. Seperti untuk tahun 2013 ini ada sekitar 152 buah buku merupakan bantuan dari pusat. Selebihnya dibeli dengan menggunakan dana APBD OI.

Menurut Masulin, tercatat dalam waktu satu minggunya hanya sekitar 50 pengunjung ke perpustakaan daerah, itu hanya terdiri dari mahasiswa dan pegawai yang ada dilingkungan Pemkab OI.

"Untuk meminjam buku di perpustakaan daerah sebenarnya sangat gampang persyaratannya cukup melampirkan copy KTP atau identitas lainnya. Buku boleh di bawa pulang selama tiga hari, kalaupun ada penambahan jadwal peminjaman, pelanggan bisa menghubungi via telepon ke petugas diperputakaan Pemkab OI," jelasnya.

Upaya pemerintah Kabupaten OI untuk meningkatkan minat baca terus dilakukan misalnya dengan memberdayakan perpustakaan keliling. Hanya dengan satu unit kendaraan roda empat yang sebanyak 2 kali dalam sebulan melakukan perpustakaan keliling di sebanyak 16 Kecamatan yang ada di Kabupaten OI.

Untuk itu pihaknya berharap agar pemerintah menganggarkan untuk menambah satu unit mobil lagi untuk digunakan sebagai perpustakaan keliling, agar lebih mudah untuk menjangkau ke 16 kecamatan yang ada.

Sementara itu lanjut Masulin, tahun 2013 ini ada tujuh desa yang mendapat bantuan langsung dari perpustakaan provinsi, masing masing desa mendapat bantuan 1.000 judul terdapat di 500 buah buku. 

Adapun ketujuh desa tersebut yaitu desa Sukamulya Kecamatan Indralaya Utara, desa Limbangjaya satu Kecamatan Tanjung Batu, desa Betung satu kecamatan Lubuk Keliat, desa Seri kembang kecamatan Payaraman, Mekarsari Rantau Alai, desa Padang Arang Kandis, dan desa Talang Dukun kecamatan Sungai Pinang. Selain mendapat bantuan buku ketujuh desa tersebut juga mendapat bantuan perlengkapannya.(Sripoku)

Sabtu, 07 Desember 2013

Ditinggal Masuk rumah, Vario Raib



Ilistrasi                                         Foto. Net
PALEMBANG, Jurnal Rakyat : Nasib miris dialami oleh Maharani (20), warga Jalan Perintis Kemerdekaan. Pasalnya, sepeda motor Honda Vario bernomor polisi BG 3389 RN miliknya raib setelah diparkir di samping rumahnya dengan waktu yang relatif singkat.

Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (6/12/2013) sekitar pukul 17.30 berawal ketika Maharani ketika itu sedang sendirian di rumah sedangkan suami dan anaknya sedang pergi.

Ketika itu Maharani usai pulang dari belanja kemudian sepeda motor diletakkan tepat disamping rumahnya. Tak sampai lima belas menit usai Maharani masuk sepeda motornya pun hilang entah kemana.

"Padahal saat itu aku baru masuk saja sebentar Pak. Setelah keluar ternyata motor itu sudah tidak ada," terang Maharani dalam laporannya.

Akibat kejadian ini, Maharani pun melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolsek Ilir Timur II dan berharap pelaku segera ditangkap. Selain 'jengkel' karena sepeda motornya dirinya berharap agar kejadian semacam ini tidak terulang lagi dan tidak meresahkan warga.(Sripoku)

Kamis, 05 Desember 2013

Awas! Longsoran Batu di Jalur Alternatif Pagaralam-Lahat



Longsor Batu - Ilustrasi                  /Foto.Net
PAGARALAM, Jurnal Rakyat : Hujan yang terus mengguyur Kota Pagaralam, Sumatera Selatan dan sekitarnya mulai menunjukan dampak buruk bagi masyarakat.

Pasalnya akibat intensitas hujan semakin tinggi sejumlah tebing yang ada di kawasan jalur alternatif Pagaralam-Lahat mulai longsor. Bahkan ada beberapa titik dijalur tersebut material longsor sudah menutupi badan jalan.

Parahnya material longsor bukan saja tanah atau batu kerikil, namun material longsor yang jatuh dari atas tebing dengan ketinggian sekitar 100 meter yaitu batu dengan ukuran besar.

Kondisi tersebut sangat membahayakan para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. Ditambah lagi saat ini jalur alternatif tersebut mulai ramai dilalui pengguna jalan.

Pantauan Sripoku.com, Kamis (5/12/2013), batu berukuran besar tampak menutupi jalan dikawasan Dusun Gumay Talang Kecamatan Gumay Ulu. Bahkan batu yang ukurannya hampir sebesar mobil tersebut telah menutupi separuh badan jalan. Akibatnya arus lalu lintas cukup terganggu.

Nasib (41) salah satu buruh angkut batu mengatakan, memang batu berukuran besar sering jatuh dari atas tebing tersebut. Bahkan akhir-akhir ini sudah beberapa kali longsor batu besar terjadi dikawasan tersebut.

"Jika hujan turun biasanya ada saja batu yang jatuh dari atas tebing ini pak. Memang kawasan ini salah satu daerah rawan longsor untuk jalur alternatif ini. Bahkan hampir setiap tahun selalu saja ada longsor disini," ujarnya.(Sripoku.com)

Rabu, 04 Desember 2013

APBD Sumsel 2014 Rp 7,13 Triliun



PALEMBANG, Jurnal Rakyat : Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumsel tahun 2014 disepakati dan disahkan sebesar Rp 7,13 triliun.

Pengesahan ditandai dengan ketok palu oleh Ketua DPRD Sumsel Wasista Bambang Utoyo, pada paripurna dewan, Rabu (4/12/2013).

Setelah diketok palu APBD ini dilakukan penandatanganan bersama antara Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Ketua DPRD Wasista Bambang Utoyo. APBD ini akan diajukan ke pusat untuk mendapat koreksi lebih lanjut.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota dewan khususnya yang terlibat dalam pembahasan dan penelitian RAPBD tersebut.

Dia merincikan APBD Sumsel senilai Rp 7,13 triliun untuk belanja sebesar Rp 6,5 triliuan dan surplus Rp 635 miliar.

"Semoga APBD Sumsel tahun 2014 ini dapat berhasil dan berdaya guna terhadap pembangunan Sumsel," ungkap Alex mengakhiri sambutan singkatnya.(Sripoku.com)

Selasa, 03 Desember 2013

BAPELUH PPK Rutin Lakukan Pembinaan



Pembinaan - Kepala Bapeluh PPK Mura, Heriyanto (tengah)
memberikan pembinaan kepada PPL.                     /Foto. Biroe
MUSI RAWAS, Jurnal Rakyat : Guna meningkatkan kedisiplinan Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) dan menyikapi setiap permasalahan yang ditemui dilapangan, pihak BAPELUH PPK Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan secara rutin melakukan pembinaan pada setiap Unit Pelaksana Teknis Balai Pertanian (UPT-BP) yang ada di kecamatan dalam wilayah tersebut.

Demikian dikatakan Kepala BAPELUH PPK Kabupaten Musi Rawas, Heriyanto, saat dibincangi Jurnal Rakyat saat melakukan pembinaan di UPT-BP Kecamatan Tuah Negeri, Musi Rawas, Selasa (3/12/2013).

“Pembinaan merupakan kegiatan rutin yang kita lakukan, ini bertujuan untuk mencapai pelayanan dan pembinaan yang baik terhadap para petani serta untuk mengetahui setiap permasalahan yang ada untuk dicarikan solusinya secara bersama-sama,” katanya.

Selain itu, tambahnya, untuk meningkatkan kedisiplinan kerja serta terciptanya hubungan yang harmonis di masing-masing UPT-BP.

“Melalui kegiatn ini, kita pihak BAPELUH PPK dapat degan cepat mengetahui bila terjadinya permasalahan yang dihadapi pada tiap UPT-BP,”katanya lagi.

Seandainya ada sesuatu permasalahan ataupun kelalaian, tambahnya, dengan cepat dicarikan solusinya secara bersama-sama serta melakukan pembenahan, dengan demikian setiap permasalahan akan segera dicarikan solusinya sehingga tidak berlaut-larut.

Masih menurut Heri, diakhir tahun ini, pihaknya juga melakukan evaluasi kerja dan meminta program penyuluhan tahun 2014 kepada tiap PPL.

"Kita berharap program-program 2014 mendatang ada peningkatan dari tahunsebelumnya mudah-mudahan, kedepannya akan lebih baik dari sekarang ini, sehingga dapat memberikan yang terbaik untuk masyarakat,”harapnya.(Biroe)

Pupuk Organik Tak Kalah Dengan Pupuk Kimia



Andep Musrapa                  /Foto. Apandi
MUSI RAWAS, Jurnal Rakyat : Pertanian dengan menggunakan pupuk organik hasilnya pun tak kalah dengan pertanian dengan menggunakan pupuk kimia.

Demikian dikatakan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Andep Musrapa saat dibicangi Jurnal Rakyat, Selasa (3/12/2013).

"Agar petani tidak ketergantungan terhadap pupuk kimia atau urea dalam pola penanaman padi, para petani yang ada di Kecamatan Tuah Negeri khususnya dan Kabupaten Musi Rawas pada umumnya agar mengurangi pemakaian pupuk kimia sedini mungkin dan beralih menggunakan pupuk organik,"katanya.

Menurutnya, Pertanian dengan pupuk organik memiliki banyak kelebihannya, seperti hasil produksi pertanian akan bebas dari residu kimia sehingga aman bagi kesehatan manusia serta dapat juga memulihkan kesuburan tanah dan lingkungan dari residu kimia.

“Menggunakan pupuk organik, tidak hanya dari kualitas produk saja, namun secara kuantitas hasil panen tak kalah dengan pertanian kimia,”jelasnya.

Dengan beralih menggunakan pupuk organik sejak dini, katanya merupakan langkah awal seandainya terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi. Sehingga para petani tidak lagi akan ketergantungan terhadap pupuk kimia yang bersubsidi tersebut.

Masih menurut Andep, Apabila petani hanya mengandalkan pupuk kimia, akan merepotkan bahkan mengakibatkan aktifitas menanam padi menjadi lumpuh jika pupuk kimia sedang sulit didapatkan.

“Oleh sebab itu, para petani, sedini mungkin untuk menggunakan pupuk buatan atau pupuk organik,”katanya.(Apandi)

Minggu, 01 Desember 2013

Operasional Pelabuhan TAA Takkan Ganggu Boom Baru



Pintu Gerbang Pelabuhan TAA / Foto.Net
PALEMBANG, Jurnal Rakyat : Mulai beroperasionalnya pelabuhan penyeberangan Tanjung Api-Api (TAA) tidak akan mempengaruhi operasional Pelabuhan Boom Baru Palembang.

General Manager PT Pelindo IPC Palembang, Gunta Prabawa mengungkapkan hal itu di sela-sela kegiatan jalan sehat dalam rangka HUT Pelindo ke-21, Minggu (1/12/2013). Dikatakan proyek pembangunan Tanjung Api-api merupakan proyek pemerintah provinsi bekerjasama dengan pemerintah pusat, sehingga tidak ada kaitan sama sekali dengan pelabuhan yang dikoordinir Pelindo.

Selain itu, rencana awal, Pelabuhan TAA hanya difokuskan untuk pelabuhan penyeberangan, bukan untuk pengangkutan barang maupun pengangkutan kontainer barang. Kalaupun kedepan, operasionalnya akan dikembangkan juga menjadi pelabuhan pengangkutan barang pasti akan berkoordinasi dengan pihak Pelindo.

"Sejauh ini koordinasi dengan kita hanya pelabuhan penyeberangan, kalaupun nanti berkembang untuk pengangkutan barang juga, pasti berkoordinasi dengan kita, paling tidak kita akan berkolaborasi dan bersinergi demi memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya panjang lebar.

Saat ini, kata dia, untuk pertumbuhan volume kargo atau kontainer capai lima persen. Angka ini sangat tinggi, makanya pihaknya perlu dilakukan perluasan untuk layanan cargo. "Banyak sekali proyek proyek insedentil di Sumsel, sehingga perlu dibangun pula kargo untuk car carier mobil baru untuk di terminal Ro Ro domestik dan terminal pengangkutan barang-barang konstruksi yang pastinya berat-berat dan besar, banyak sekali proyek pembangunan di Sumsel. Untuk menunjang itu makanya kami perlu melakukan perluasan," katanya.

Paling tidak dibutuhkan lahan untuk perluasan kargo minimal empat hektar. Saat ini baru terpenuhi 2,5 hektar. Itupun diambil dari lahan untuk rumah dinas milik IPC dan sebagian lahan kantor.

"Semuanya akan kita tata ulang. Sebagian lahan yang ada itu akan kita buat untuk bangun kargo karet ekspor," katanya.

Pembangunan akan dimulai pada triwulan kedua pada tahun 2014 mendatang dan akhir tahun kemungkinan bisa dioperasionalkan. Adapun biaya yang dibutuhkan minimal Rp 60 miliar dari anggaran investasi itu untuk pembangunan infrastruktur pelabuhan tahun 2014. Alokasi itu diakuinya meningkat dibandingkan tahun 2013 lalu sebesar Rp 25 miliar. "Ini bukti keseriusan kita," katanya.

Saat ini untuk volume pengiriman maupun masuknya kointainer ke Sumsel capai 150 ribu teus kontainer pertahun. Dengan perluasan, maka dipastikan volumenya akan meningkat 100 persen.

"Kita tidak mau menunggu crowded atau terjadinya puncak. Makanya harus diantisipasi awal. Apalagi Palembang masuk standar international. Untuk volume kontainer yang masuk hampir 50 persen memuat ekspor karet dan sebagian kebutuhan barang domestik," katanya.(Sripoku.com)

Kamis, 28 November 2013

Ciptakan Lingkungan Bersih dan Masyarakat Sehat


* Melalui Bank Sampah

Mesin Pencacah Sampah Milik Bank Sampah Bugi Wangi
MUSI RAWAS, Jurnal Rakyat : Guna mewujudkan lingkungan yang bersih dan meningkatkan taraf hidup masyarakat, Pemerintah Desa Sukamulya, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan mendirikan Bank Sampah Bugi Wangi.

Kepala Desa Sukamulya, Heri Efendi, saat dibincangi Jurnal Rakyat, Kamis (28/11/2013) mengungkapkan Bank Sampah Bugi Wangi ini merupakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sukamulya.

"Didirikannya Bank Sampah ini pada tahun 2012 lalu, guna meningkatkan kebersihan lingkungan sehingga dapat terciptanya lingkungan yang sehat,"katanya.

Menurutnya, saat ini pengelola Bank Sampah Bugi Wangi, masih di kelola oleh ibu-ibu PKK Desa Sukamulya. Sedangkan nasabah-nasabah Bank Sampah sendiri masih didominasi oleh ibu-ibu dasawisma yang ada di Desa Sukamulya.

"Ibu-ibu menyetorkan sampah-sampah rumah tangga, seperti botol-botol plastik minuman kemasan, kardus, dan sampah lainnya,"jelasnya.

Pihak Bank Sampah, tambahnya, menambahkan saldo nasabah dengan jumlah uang sesuai dengan harga dan banyaknya sampah yang disetorkan.

Selain itu, lanjut Heri, Bank Sampah juga didukung mesin pencacah plastik, untuk menhancurkan sampah-sampah plastik untuk dijual kembali.

"Mudah-mudahan dengan adanya Bank Sampah Bugi Wangi ini, lingkungan akan menjadi bersih sehingga terciptanya lingkungan yang sehat di Desa Sukamulya ini pada khususnya dan  Kecamatan Tuah Negeri pada umumnya,"pungkasnya.(Supran)

Tuah Negeri Gelar Lomba Balita Sehat




MUSI RAWAS, Jurnal Rakyat : Guna mendukung Program Musi Rawas Sehat, pihak Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan menggelar Lomba Balita Sehat 2013, Kamis (28/11/2013).

Dalam Sambutannya, Camat Tuah Negeri, Wahyu Wibisono mengatakan lomba Balita Sehat 2013 ini dilaksanakan dalam rangka menunjang Program Musi Rawas Sehat dan Sumsel Gemilang.

"Dengan adanya lomba balita sehat ini, diharapkan dapat meningkatkan keinginan para ibu untuk selalu memeriksa dan menjaga kesehatan balitanya melalui posyandu-posyandu,"katanya.

Dengan demikian, katanya, kedepannya partisipasi masyarakat terhadap kunjungan posyandu di setiap desa yang ada di Kecamatan Tuah Negeri akan meningkat.

Sementara, Kepala UPT Puskesmas Air Beliti, Kecamatan Tuah Negeri, Nuryadi, mengungkapkan penyelenggara lomba balita sehat adalah pihak kecamatan, sedangkan pihaknya merupakan sebagai pelaksana dan tim penilai lomba.

"Kami selaku pihak pelaksana sangat mengapresiasi dengan diselenggarakannya lomba balita sehat ini,"katanya.

Lomba Balita Sehat 2013 Kecamatan Tuah Negeri, diikuti oleh 54 balita dari 11 desa yang ada di Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas.

Adapun kriteria yang dinilai, sambungnya, pertama status anak, yakni usia 1 tahun hingga 2 tahun, berat dan tinggi badan yang ideal dan imunisasi yang rutin sesuai dengan usia balita.

"Penilaian juga dilakukan pada gizi balita, kebersihan dan penampilan balita. Selain itu, sebagai bahan penyeimbang penilaian kita juga melihat pendidikan dan pekerjaan orang tua balita,"jelasnya.

Pada lomba balita sehat 2013 tingkat Kecamatan Tuah Negeri, untuk Juara I diraih oleh Naila Salsabillah dari Desa Air Beliti, Juara II disabet oleh Maydina Munggari dari Desa Sukamulya. Selanjutnya Juara III digondol oleh Rheza Aditya balita dari Desa Darma Sakti, sedangkan Tantri Febyan balita dari Desa Sukamulya menduduki Juara IV.(Biroe)

Rabu, 27 November 2013

KPU Sumsel Siapkan Dua Opsi



PALEMBANG, Jurnal Rakyat : Terkait adanya dugaan persoalan dan menipulasi dalam seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) se-Sumsel yang telah menghasilkan 10 besar, hasil produk tim seleksi (Timsel) sebelumnya. KPU Provinsi Sumsel menyiapkan dua opsi penyelesaian jika dalam verifikasi terbukti ada pelanggaran.

Hal ini disampaikan Ketua KPU Sumsel, Aspahani usai rapat koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel, di Sekretariat KPU Sumsel, Jalan Pangeran Ratu, Jakabaring, Selasa (26/11/2013).

Menurut Aspahani, dua opsi dimaksud yakni, rekrutmen/seleksi dikembalikan ke 20 besar, dan opsi kedua diulang dari awal, atau dari nol.

Meskipun begitu KPU Sumsel akan berkonsultasi terlebih dahulu ke KPU RI di Jakarta, terkait proses seleksi komisioner KPUD kabupaten/kota se Sumsel tersebut.

“Semua data sudah kita verifikasi, kami juga sudah buat tim dan akan membuat surat resmi untuk konsul ke KPU Pusat, apakah dikembalikan ke dua puluh besar ataukah kembali ke nol,” kata Aspahani.

Namun kata Aspahani, jika rekrutmen harus kembali ke awal, prosesnya agak suliat, mengingat waktu dan biaya. “Ini juga harus dicermati secara teknis, terkait undang-undang, dan lainnya,” terangnya.(Sripoku.com)

Senin, 25 November 2013

Jual Aset Desa Kades Ditahan



Ilustrasi
OKI, Jurnal Rakyat : Kepala Desa (Kades) Desa Kemang Indah Kecamatan Mesuji Raya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Edi Sucipto, Senin (25/11/2013) dipastikan menjadi tahanan Mapolres OKI. Lantaran, oknum kades tersebut tersandung kasus jual beli tanah desa untuk memperkaya diri sendiri.

Oknum Kades tersebut, setelah menjalani proses pemeriksaan lebih panjang, akhirnya penyidik kepolisian menyatakan, oknum kades tersebut dinyatakan bersalah dan menjadi tersangka dan berujung di sel tahanan Mapolres guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena telah menjual aset pemerintah dengan mencari keuntungan sendiri.

Dari pantauan wartawan, setelah dinyatakan sebagai tersangka dan digiring ke sel tahanan Polres OKI, tampak terlihat bola mata Edi Sucipto memerah seketika. Begitu juga, istri dan anaknya yang menyaksikan polisi menggelandangnya ke sel tahanan. Tak urung air mata sang istri dan anak menetes seketika.

Tidak sampai disitu, sang istri yang juga didampingi pengacara H Herman SH berusaha keras untuk menangguhkan penahanan terhadap kades, namun upaya itu tak semudah membalikan telapak tangan. Karena, Kasat Reskrim AKP H Surachman SH harus menjalan prosedur yang sebenarnya tidak dengan asal-asalan. Karena menurutnya proses penangguhan harus tertulis dan jelas sipenanggungjawabnya.

Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat SIk melalui Kasat Reskrim AKP H Surachman didampingi Kasubag Humas Polres OKI AKP A Halim mengatakan, Kades Kemang Indah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan terakhir dan langsung di tahan.

“Tersangka langsung kita tahan, kalau memang kelurganya meminta untuk penangguhan penahanan, maka kami persilahkan untuk mengajukan surat pemohonan penangguhan sesuai hukum yang berlaku,” kata Surachman seraya berucap semua itu ada proses.

Dijelaskan Surachman penahanan terhadap tersangka setelah penyidik menerima hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) diketahui Kerugian Negara atas penjualan aset Desa tersebut. Oleh sebab itu, pihaknya langsung melakukan penahanan terhadap tersangka.

Mengenai aset desa yang diperjualbelikan, sebut Kanit Pidsus Ipda Jailili SH, nantinya akan disita. “Tersangka dijerat dengan Pasal 2, 3 dan 8 Undang-Undang No 31 tahun 1999 jo Undang-Undang No 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” tutur Jailili.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka, H Herman SH mengaku, sejauh ini pihaknya belum bisa mengambil tindakan. “Kita menunggu proses di kepolisian terlebih dahulu. Jelas kita berupaya semaksimal mungkin untuk membela klien saya,” ujar Herman.(Sripoku.com)

Panwaslu Surati KPUD Banyuasin



BANYUASIN, Jurnal Rakyat : Terkait Banyaknya baleho-baleho dan alat peraga Kampanye yang masih terpasang, Panitia Pengawas Pemilu (PANWASLU) Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan sudah tiga kali sejak dikeluarkannya surat keputusan penetapan zona kampanye, melayangkan surat rekomendasi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Kabupaten Banyuasin.

“kita sudah tiga kali menyurati namun belum ada tanggapan” ungkap Divisi Pengawasan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Banyuasin Iswandi Spd.

Dikatakannya bahwa Tiga surat tersebut berisikan tentang  segera melakukan penertiban terhadap baleho yang berada diluar jon pemasangan atribut alat peraga kampanye “tapi ejauh ini, nampaknya  surat kita tidak digubris karna sepanjang jalan lintas timur masih banyak terpajang baleho, dan belum ada yang memasang alat peraga dilapangan munai serumpun di Pangkalan Balai” ucap Iswadi.

Dijelaskannya bahwa berdasarkan peraturan KPU Dalam menertibkan alat peraga kampanye pihak panwaslu hanya bisa memberikan rekomendasi saja dalam penertiban,”karena Berdasarkan Peraturan KPU no 15 Tahun 2013 bahwa Panwaslu hanya bisa memberikan surat rekomendasi, dan paswaslu sudah Tiga kali melayangkan surat ke KPUD Kabupaten Banyuasin, namun masih belum ditanggapi” tambahnya

“didalam Pasal 17 ayat 4 sudah jelas bahwa pemerintah setempat dan aparat keamanan yang berdasarkan surat rekomendasi dari panwaslu provinsi atau Kabupaten berwenang memindahkanm atau mencabut alat peraga kampanye dengan memberi tahu terlebih dahulu kepada parpol terkait” terang Iswadi.

“dan Untuk pengawasan, PPL, Panwascam sudah kami perintahkan untuk memfoto alat peraga dan baleho yang masih terpasang dan hasilnya sudah kami kirim ke provinsi”imbuhnya

Dijelaskannya, jika KPU Kabupaten ataupun Provinsi tidak ada ketegasan setelah dilayangkannya tiga kali surat tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait guna langsung terjun kelapangan untuk menertibkan baleho-baleho dan alat peraga kampanye yang masih terpasang,” Tapi kalau tidak ada ketegasan dari KPU kami akan berkoordinasi dengan SAT POL-PP untuk terjun kelapangan guna melepas atribut Kampanye tersebut dan hasil dari pencopotan tersebut akan kami photo dan kami dokumentasuikan dan akan kami publikasikan dimedia masa, berapa banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh parpol”jelasnya.

Untuk parpol yang membangkang terkait penertiban atribut dan baleho, Iswadi menjelaskan lagi hanya memberikan sangsi moral, ”Hanya Sangsi moral yang akan kita berikan ke parpol terkait,”pungkasnya.(buanaindonesia.com)

Jabatan Akisropi di Empat Lawang Dipertanyakan

EMPAT LAWANG, Jurnal Rakyat : Jabatan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Empatlawang, Sumatera Selatan yang masih dijabat oleh Akisropi Ayub dipertanyakan kalangan anggota DPRD Empatlawang. Pasalnya, saat ini sudah menjabat sebagai pejabat Bupati Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), sehingga dinilai tidak memungkinkan untuk rangkap jabatan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi I DPRD Empatlawang Dedi Herianto, Minggu (24/11/2013). Menurutnya jika sampai dengan saat ini yang bersangkutan masih menjabat sebagai Kadisdik Empatlawang dan masih menandatangani berkas dan dokumen administrasi di dinas tersebut maka legalitasnya dipertanyakan.

"Jabatannya dipertanyakan, karena tidak memungkinkan. Bagaimana bisa satu orang memiliki rangkap jabatan dan wewenang, karena SK yang dimiliki oleh beliau saat ini adalah SK yang resmi yang ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri," ujarnya.

Hanya saja, lanjutnya, jika berkas yang ditandatangani bersifat tanggal mundur, dalam artian tertanggal sebelum dirinya dilantik sebagai pejabat Bupati Muratara hal tersebut tidak menjadi persoalan. Namun jika, setelah dirinya dilantik maka patut dipertanyakan.

"Kami yakin Bapak Akisropi memahami hal itu karena beliau orang birokrasi. Namun, kalau memang benar masih menandatangani dokumen setelah tanggal dirinya dilantik, jelas kita mempertanyakan hal itu," katanya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Empatlawang, Januarsyah Hambali mengatakan, pasca dilantik sebagai Bupati Muratara, Akisropi Ayub masih menjabat sebagai Kadisdik Empatlawang. Alasanya, salah satu syarat untuk menjadi pejabat bupati tersebut adalah pejabat yang memegang jabatan eselon II. Dengan kata lain, jabatan utama Akisropi Ayub masih sebagai Kadisdik Empatlawang, namun dipercaya menjadi pejabat Bupati Muratara. Karena, jabatan sebagai pejabat bupati tersebut harus dijabat oleh pegawai negeri sipil (PNS) dengan jabatan minimal adalah eselon II.

"Sejauh ini belum ada wacana penggantian beliau sebagai Kadisdik Empatlawang. Kemungkinan nanti setelah masa jabatanya sebagai pejabat Bupati Muratara beliau masih Kadisdik Empatlawang," tandasnya.
Sekretaris Disdik Empatlawang Raden Wancik mengatakan, beberapa hari usai dilantik Mendagri sebagai pejabat Bupati Muratara yang bersangkutan sempat datang ke Disdik. Kedatangan Akisropi adalah untuk mengundurkan diri sebagai Kadisdik Empatlawang termasuk menyerahkan kendaraan dinas. Namun saat itu Bupati Empatlawang tidak berada di tempat, akhirnya penyerahan tersebut tidak terlaksana.

"Beliau hendak menyampaikan surat pengunduran diri beserta mobil dinasnya. Namun informasinya karena bupati tidak hadir jadi batal," katanya.(Sripoku.com)

Senin, 04 November 2013

20 Peserta Tes CPNS K2 Muara Enim Tidak Mengikuti Tes


*Peserta Sakit Terpaksa Kerjakan Soal di Mobil

MUARA ENIM, Jurnal Rakyat : Sebanyak 20 dari 970 peserta tes CPNS K2, di Kabupaten  Muara Enim, Sumatera Selatan dipastikan gugur karena tidak mengikuti tes CPNS K2 tahun  2013 secara tuntas.

Dari pengamatan di lapangan, Minggu (3/11/2013), lokasi tes berada di tiga lokasi yakni  SMAN 1 Muaraenim, SMAN 2 Muaraenim dan SPMN 4 Muara Enim. Dari tiga lokasi tersebut, ternyata sebanyak 20 peserta tidak hadir tanpa sebab karena tidak ada pemberitahuan, surat dan lain-lain.

Menurut Herlambang (35) warga Rambang, dirinya mengantar istrinya untuk ikut tes. Sebab  anaknya yang kecil tidak ada yang menjaganya selama ia ikut tes. Ia berharap tes kali  ini benar-benar murni.

"Kami semalam numpang tidur di rumah warga, sebab semua hunian hotel dan penginapan  penuh, karena sudah dibooking jauh-jauh hari oleh peserta CPNS," ujarnya.

Sementara itu menurut Tim Monitoring BKD Sumsel Syafarudin, tes yang telah berlangsung  yakni Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB).

"Untuk peserta sebanyak 970 orang, namun untuk yang tidak hadir jumlahnya belum tahu karena masih direkap oleh BKD Muara Enim,"katanya.

Sementara itu Kepala BKD Muaraenim Hj Herawati melalui Kasi Formasi Saidina Umar,  secara umum pelaksanaan tes CPNS K2 tahun 2013 di Muaraenim berlangsung lancar. Untuk Tes Kompetensi Dasar (TKD) yang tidak hadir sebanyak 19 orang, dan Tes Kompetensi  Bidang (TKB) yang tidak hadir bertambah satu sehingga total keseluruhan menjadi 20 orang.

"Kami tidak tahu penyebabnya. Kata temannya peserta itu tiba-tiba langsung saja pulang tanpa memberitahukan alasannya. Malah peserta yang kecelakaan motor tetap bertahan hingga tuntas," tukas Saidina Umar.

Terpisah, di Kota Palembang, peserta tes penerimaan CPNS formasi tenaga honorer kategori II yang berlangsung di SMUN 1 Palembang berusaha menyelasaikan soal dari panitia. Walaupun kondisi kurang sehat, salah satu peserta dengan wajah yang pucat, Subakti terpaksa menjalani tes tertulis di mobil. Menurut informasi yang diterima Sripoku.com dari panitia, Subakti nyaris pingsan pada saat tes berlangsung.

Tes penerimaan CPNS formasi tenaga honorer kategori II berlangsung serentak di tiga sekolah, yakni SMAN 1, SMAN 10 dan SMPN 18. Ketua Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kurniawan AP MSi mengatakan, selain Subakti masih ada dua orang lagi yang melaksanakan tes di luar lokal. Dua lainnya adalah korban kecelakaan yang terpaksa tes di mobil ambulan di SMAN 10, dan seorang peserta lagi yang baru saja menjalani operasi caesar di SMPN 18.

"Peserta yang sakit tetap diperbolehkan ikut tes, asalkan ada rekomendasi dari dokter. Walaupun pelaksanaan tesnya tidak seperti peserta lain di lokal, kita tetap menunjuk pengawas untuk terus memantau jalannya tes peserta yang sakit," katanya.

Sementara itu Wakil Walikota Palembang, H Harnojoyo saat melakukan peninjauan peserta tes CPNS di SMAN 1 mengatakan, para peserta yang mengalami sakit waktu pelaksanaan tes tetap diberi kesempatan.

"Asalkan mereka cukup kuat dan punya semangat untuk mengikuti tes CPNS ini. Jikapun nanti ditemui kendala lain, maka harus segera diantisipasi," ucapnya. (Sripoku.com)

Jumat, 01 November 2013

Wabup : Metode E-Voting Dapat Meminimalisir Kecurangan



MUSI RAWAS, Jurnal Rakyat : Dengan semakin meningkatnya tingkat pendidikan masyarakat dan meningkatnya kwalitas pesta demokrasi, agar perhelatan Pemilihan Kepala Desa (pilkades) lebih baik lagi kedepannya maka Pemerintah Kabupaten Musi Rawas memiliki ide menggunakan metode E-voting atau penghitungan cepat dan menjamin ketransparanan perhelatan pada setiap pilkades.
Wakil Bupati Musi Rawas, Sumatera Selatan, H.Hendra Gunawan, disela-sela kegiatan sosialisasi dan simulasi e-voting, Kamis (31/10/2013) menuturkan metode yang akan diterapkan ini (E-voting, red) untuk pilkades sangatlah dinanti oleh semua pihak, sebab dengan metode e-voting pilkades dapat terselenggara dengan praktis dan kecil kemungkinan hasil suara pemilihan dipermainkan oleh panitia karena semuanya dikerjakan secara komputerisasi. 

"Dalam waktu dekat ini tiga desa yang ada akan melaksanakan pilkades dan masyarakat bisa lihat sendiri manfaat dari penerapan e-voting yang diterapkan Pemkab Musi Rawas, diharapkan semua panitia yang sudah terlatih dapat sepenuhnya menerapkan dengan baik ilmu yang sudah didapat,"katanya.

Kepala Desa Muara Rengas, Kecamatan Muara Lakitan, Yudi Suarsah, sebagai tamu undangan yang melihat dan menyimak berlangsungnya sosialisasi dan simulasi tatacara penggunaan metode pintar itu mengungkapkan, sebagai Pemerintah Desa dia dan jajarannya sangat mendukung penuh dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemkab Mura, sebab dia menilai langkah yang diambil oleh pemerintah sangatlah baik menerapkan sistem pemilihan dengan cara tersebut.

"Yang jelas kita akan mendukung sepenuhnya dan mensukseskan semua program ataupun kegiatan dari pihak pemkab, karena semua kegiatan itu tujuan akhirnya adalah untuk kesejahteraan masyarakat,"tanggapnya.(R Tandjung)

Kamis, 31 Oktober 2013

Kades Disosialisasikan E-voting



MUSI RAWAS, Jurnal Rakyat : Bertempat digedung Auditorium Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Kamis (31/10/2013) dilaksanakan sosialisasi metode E-voting atau metode penghitungan cepat secara online untuk pemilihan kepala desa dan dilaksanakan juga simulasi pemilihan Kades, cara tersebut (E-voting, red) pertama kali diterapkan di kabupaten setempat maupun di Provinsi Sumatera Selatan.
"Dengan penerapan e-voting pada setiap pilkades untuk mencegah terjadinya kecurangan yang bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dan dengan menggunakan hitung cepat tersebut semua suara hasil pemilihan dijamin tidak akan ada kecurangan," Kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (BPMPD) Musi Rawas, Rudi Irawan Ishak saat menyampaikan sambutannya pada acara sosialisasi.

Dengan kondisi semakin meningkatnya pendidikan masyarakat dan meningkatnya kwalitas pesta demokrasi, agar perhelatan pilkades lebih baik lagi kedepannya maka Pemerintah Kabupaten Musi Rawas memiliki ide menggunakan metode E-voting atau penghitungan cepat dan menjamin ketransparanan perhelatan pada setiap pilkades. Dan metode ini didapatkan dari hasil studi banding ke Provinsi Bali.

"Sedangkan kerjasama yang terjalin antara pemerintah daerah dengan pihak BPPT, berawal melalui surat Bupati Musi Rawas kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi  (BBPT) Nomor 142/1177/III/BPMPD/2012, 5 desember 2012 prihal penerapan E-voting saat pelaksanaan pilkades. Untuk itu hari ini pelaksanaan simulasi penggunaan dan cara memilih kita lakukan dihadapat semua pihak,"jelasnya.

Selain tim dari BPPT, menurut Rudi melalui SKPD yang ada dibentuk juga tim teknis yang terdiri dari BPMPD, Dishubkominfo, Disdukcapil dan Bagian Humas Setda Mura.

"Tak cukup disitu semua tenaga teknis di kabupaten kita sudah menerima pelatihan di Puspitek Serpong, sebelumnya selain sosialisasi di auditorium BPMPD juga sudah melakukan sosialisasi dibeberapa desa yang diantaranya yakni di Desa F Trikoyo, Desa Taba Rena dan Desa U2 Karyadadi. Kita optimis saat metode ini di lakukan semua akan berlangsung aman."Paparnya.

Total keseluruhan kades yang hadir pada sosialisasi dan simulasi E-voting dihadiri oleh seluruh kades dari 268 desa dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Musi Rawas.(R.Tandjung)