Laman

Jumat, 03 Februari 2012

Ustadz Tega Perkosa 2 Santrinya


Ilustrasi
PASURUAN, Jurnal Rakyat: Prilaku ustad FR sangat tidak pantas dijadikan panutan. Pasalnya, dia tega memperkosa anak didiknya sendiri SR (21) dan HN (19).

Aksi bejat FR memang sudah terjadi sekira satu tahun lalu. Namun baru terkuak belakangan ini karena korban melapor ke Polres Pasuruan pada Rabu (1/2/2012).

Korban tidak kuat menanggung ancaman dan tekanan yang dilakukan pelaku. Korban bercerita jika FR adalah seorang ustad di tempat mereka menimba ilmu di Lumajang.

Sekitar Juli 2010 lalu, SR diajak pelaku untuk menjenguk murid lainnya yang sedang sakit di Malang.

Namun ketika dalam perjalanan, dengan dalih takut kemalaman, pelaku mengajak muridnya tersebut untuk menginap di rumah kerabat FR di daerah pesisir Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Layaknya tamu, SR pun disediakan kamar sendiri. Namun, saat tengah malam, SR dikagetkan dengan masuknya pelaku kedalam kamar. Saat itu, pelaku mengancam akan membunuh SR jika tidak melayani nafsu bejatnya.

Beberapa bulan kemudian, September 2010 peristiwa memilukan tersebut kembali terulang di Lumajang dengan modus yang sama.

"Kejadian yang kedua juga di Lumajang. Saya juga diancam akan dibunuh" terang SR dengan mata berkaca-kaca di Mapolres Pasuruan.

Hal yang sama juga dialami murid lainnya yakni HN(19). Modusnya pun sama. HN diajak pergi ke rumah kerabat pelaku di Pasuruan. Dengan alasan takut kemalaman, pelaku mengajak korban menginap.

HN juga mendapat ancaman akan dibunuh bila menceritakan peristiwa tersebut. Kepada petugas, korban menunjukkan isi pesan singkat yang dikirim pelaku. 

"Ketika jimak dengan kamu, statusku bukanlah ustadmu namun suamimu," begitu isi pesan singkat pelaku.

Sementara itu Kanit PPA Polres Pasuruan Bripka Marti mengatakan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut. "Untuk sementara kami akan menindaklanjuti kasus ini dengan memeriksa keterangan saksi dan terlapor," jelas Marti.(Okezone)

Tahun ini Anggaran SLB Meningkat


Hartoyo
MUSI RAWAS, Jurnal Rakyat: Anggaran untuk Sekolah Luar Biasa atau SLB di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, tahun 2012 ini direncanakan akan meningkat dibandingkan sekolah umum lainnya.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Program pada Dinas Pendidikan Musi Rawas, Hartoyo, kepada wartawan, Rabu (1/2).

“Selama ini unit kas unit SLB sama dengan sekolah umum lainnya, namun untuk tahun 2012 anggaran untuk SLB akan dibedakan dan akan ada peningkatan,"katanya.

Hal ini dikarenakan, kata dia, kebutuhan maupun sarana dan prasarana untuk SLB lebih besar daripada sekolah umum lainnya. Selain itu guru yang mengajar di SLB juga lebih rumit daripada guru yang mengajar di sekolah umum. Dengan demikian anggaran untuk SLB harus lebih besar dari sekolah lainnya.

Untuk Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas direncanakan anggaranhya sama, hanya untuk SLB dipastikan anggarannya naik. Namun belum bisa dipastikan berapa dan jumlah anggaran tersebut karena masih harus menunggu rapat kordinasi terlebih dahulu.

“Guru yang mengajar di SLB idealnya guru memiliki keahlian dan keterampilan khusus mengajar untuk murid SLB, karena mengajarnya berbeda dengan murid biasa dan jauh lebih rumit.”Jelasnya.

Untuk diketahui, saat ini SLB di Musi Rawas setidaknya sudah memiliki tenaga pengajar honorer dua orang yang memiliki keahlian khusus mendidik murid SLB. Oleh sebab itu, dengan masih kurangnya guru SLB maka guru yang memiliki keahlian mengajar murid SLB akan diberdayakan.(Ande)