Laman

Selasa, 21 Februari 2012

KNKT Masih Selidiki Penyebab Tabrakan KA di Muara Enim


Ilustrasi
PALEMBANG, Jurnal Rakyat:  Penyebab tabrakan Kereta Api (KA) Batu Bara Rangkaian Panjang (Babaranjang) di Muara Enim, Sumatera Selatan, masih belum diketahui. Hingga saat ini, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menyelidiki penyebab insiden yang menewaskan empat orang ini.

"Semua telah ditangani KNKT," kata Manager Humas PT KAI Drive II Sumatera Selatan, Jaka Jakarsih  melalui telepon, Selasa (21/02/2012).

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan dan Kereta Api Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan, Sudirman, kepada pers di Palembang.

"Sekarang ini pihak KNKT, Kementerian Perhubungan, bersama aparat terkait masih menyelidiki terjadinya kasus tabrakan tersebut," kata Sudirman.

"Mudah-mudahan penyebab tabrakan tersebut dapat diketahui dan diharapkan tidak terulang lagi," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tabrakan KA Babaranjang di Simpang Empat Air Rimau, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, terjadi sekitar pukul 05.50 WIB, Minggu (19/02/2012). Tabrakan ini menewaskan empat orang.

Para korban tewas merupakan masinis dan asisten masinis dua kereta. Sedangkan dua pembantu dari masing-masing KA Babaranjang selamat. (Detik)

Oknum Polisi Diduga Perkosa Gadis SMP


Ilustrasi
BANDUNG, Jurnal Rakyat: Seorang oknum anggota polisi di Kota Bandung, Jawa Barat, mendekam di sel tahanan Polres Bandung. Briptu TH diduga telah memperkosa seorang anak di bawah umur pelajar salah satu SMP negeri di Kabupaten Bandung pada Jumat pekan lalu.

Sebelum melakukan aksinya korban sempat dicekoki minuman keras di sebuah tempat karoke di Kota Bandung. Korban diperkosa di kamar mandi sebuah pabrik di Desa Mojong Manggu, Kecamatan Pameungpeuk, pada Kamis pekan lalu.

Sampai hari ini korban masih syok dan tidak mau keluar rumah apalagi ke sekolah. Padahal dia harus hadir di sekolah untuk persiapan Ujian Nasional.

korban menuturkan, sebelum diperkosa, dia dijemput oleh temannya berinisial Di ke rumahnya dan diberi pinjam pakaian rok mini. Dia selanjutnya dibawa ke sebuah rumah karaoke di Kota Bandung.

Di tempat karoke ia diperkenalkan dengan Briptu TH dan temannya hingga dicekoki minuman keras. Setelah itu korban dibawa menggunakan mobil.

Di kendaaraan pelaku sempat akan melampiaskan nafsu bejatnya sambil mengancam dengan senjata api, namun gagal. Pelaku kemudian membawa korban ke kamar mandi sebuah pabrik dan memperkosanya.

Kapolres Bandung AKBP Sandi Nugroho membenarkan penangkapan terhadap seorang oknum polisi.

Kasus ini masih dalam penyelidikan karena petugas masih menunggu hasil visum rumah sakit. Pelaku terancam hukuman lima tahun dan dipecat sebagai anggota Polri. (Okezone)