Laman

Kamis, 31 Mei 2012

DPT Adalah Tolak Ukur Suksesnya Pemilukada



Topandri
LUBUKLINGGAU, Jurnal Rakyat : Daftar pemilih tetap (DPT) merupakan suatu tolak ukur suksesnya pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) termasuk juga pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada).
Ketua Divisi Teknis KPUD Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Topandri, kepada Jurnal Rakyat, Kamis (31/5/2012)  mengatakan bahwa sebelum menetapkan DPT dilakukan tiga kali penyaringan. Adapun tahapan penyaringan dimaksud yakni DP4 (daftar penduduk potensial pemilih) dientri menjadi daftar pemilih (DP).
“Jadi DP4 itu merupakan dasar untuk membuat DP dan dari DP dilakukan pemutahiran data oleh Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP), selanjunya dijadikan daftar pemilih sementara (DPS),”katanya.
Dari DPS dilakukan pengecekan lagi, tambahnya, untuk dijadikan daftar pemilih tambahan (DPTB), apabilah ada pemilih yang berlum terdaftar. Kemudian baru dijadikan DPT (daftar pemilih tetap).
“Apabila sudah menjadi DPT tidak bisa lagi dilakukan penambahan maupun pengurangan jumlah pemilih,”jelasnya.
Menurutnya,  pengentrian  data DP4 untuk dijadikan DP berlangsung selama 20 hari. Dan saat ini pihaknya sedang mengentri data, setelah menerima DP4 dari Pemkot Lubuklinggau, Sabtu (26/5) lalu.
“DPT merupakan tolak ukur dari suksesnya Pemilukada/Pemilu. Untuk itu, KPU bekerja lebih ekstra jangan sampai terjadi kesalahan dalam menetapkan DP4,”ujarnya.
Dirinya optimis bahwa DPT Pemilukada Kota Lubuklinggau, 2012 ini lebih baik dari Pemilu sebelumnya. Untuk menekan kekeliluran dalam penetapan DPT maka pihaknya akan meng-upload DPS ke website KPU Kota Lubuklinggau yang saat ini masih dalam proses pembuatan.
“Dengan demikian kandidat dan seluruh masyarakat Kota Lubuklinggau dapat melihat DPS dengan jelas. Kalau masyarakat merasa tidak masuk dalam DPS bisa melapor kepada pemerintah setempat dalam hal ini ketua RT. Pemilih yang belum masuk dalam DPS itu dimasukan dalam daftar pemilih tambahan,”tambahnya.
Demikian juga setelah menjadi DPT, sambungnya, juga bisa diakses melalui website KPU Kota Lubuklinggau.  Ia yakin website tersebut aman dari serangan hecker systemnya server data tidak di-online-kan, yang online hanya data saja, bukan server.
Dari DP4 menjadi DP kemungkinan bisa bertambah atau berkurang. Hal itu disebabkan kemungkian ada warga yang belum masuk atau belum dikeluarkan dalam DP4 yang disebabkan oleh beberpa faktor, diantaranya: kalau terjadi pengurangan jumlah DP4 misalnya warga/pemilih meninggal dunia setelah dibuat DP4, atau yang pindah ke luar kota. Sedangkan kemungkinan bertambah bisa saja usia pemilih belum masuk DP4, atau usia dibawah 17 tahun menikah sehingga punya hak pilih maka bertambahlah jumlah pemilih.
“Jumlah PPDP yang diperlukan DP4 merupakan dasar untuk membuat daftar pemilih. Dafatr pemilih juga diperlukan untuk pemetaan jumlah tempat pemungutan suara (TPS). Dasar kita membentuk TPS berdasarkan jumlah pemilih karena satu TPS tidak boleh lebih dari 600 pemilih dan dihitung jaraknya juga serta satu TPS satu PPDP,”pungkasnya. (R Tandjung)

Rabu, 30 Mei 2012

Mengenal Lebih Dekat DR (HC). SAMBAS, SIP., MH

DR (HC) Sambas, SIP, MH

LUBUKLINGGAU, Jurnal Rakyat: Kharismatik, itu kesan pertama telihat dari wajah Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, saat ditemui Jurnal Rakyat di kediamannya. Suasana akrab mengalir begitu saja menuju perbincangan yang lebih serius. Ketika ditanya tentang komitmen, DR HC Sambas SIP MH, yang akan mencalonkan dirinya sebagai walikota Lubuklinggau Priode 2013-2018. Sosok seorang ayah yang memiliki delapan anak ini, yang selalu mengutamakan berpenampilan terjaga rapi,tegas dan berwibawa serta santun.

Pastinya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kota Lubuklinggau, karena sepak terjangnya sebagai politikus yang sering membantu kalangan masyarakat yang ada di Bumi Sebiduk Semare itu.

“Komitmen saya sebagai calon walikota Lubuklinggau sudah saya tuangkan pada Visi dan Misi yang saya buat oleh saya pada saat saya masih menjabat sebagai anggota DPRD adapun Visi dan Misi itu seperti, siap untuk melaksanakan amanah reformasi, siap untuk membangun lapangan kerja baru, memberikan pasilitas kendaraan dinas roda dua bagi Guru SD, SMP dan SMA, memberikan seragam sekolah gratis bagi murid-murid SD, SMP dan SMA sekaligus memberikan fasilitas Bus Sekolah gratis untuk para murid berangkat ke sekolah, menyediakan fasilitas gedung untuk acara persedekahan dan kegiatan lain nya untuk masyarakat, dan meningkatkan gaji atau insentif bagi Ketua RT, P3N, Guru ngaji serta pemerataan pembangunan di segala bidang untuk di delapan kecamatan yang ada di kota ini,”Ungkapnya.

Pria paru baya berperawakan tinggi yang dulu menyelesaikan pendidikannya di SD Negeri 11, SMP Negeri 1, SMA Negeri 1 Lubuklinggau dan melanjutkan S1 untuk mendapatkan gelar SIP di Unihas Bengkulu serta menyelesaikan Setara II Megister Hukum nya di universitas yang sama ini juga mendapatkan gelar Doktor (HC) dari Universitas Inggris ini juga  menjelaskan bahwa riwayat pekerjaannya.

Pernah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 1983 hingga 1984 di BKKBN, tahun 1984 hingga 1990 PNS di Departemen keuangan, Ketua Presedium pemisahan Kota Lubuklinggau dari Kabupaten Musi Rawas pada tahun 1995 hingga 2002 dan pernah pula menjabat sebagai pimpinan DPRD Kabupaten Musi Rawas pada tahun 2000 hingga 2002, serta pernah juga menjabat sebagai anggota DPRD Kota Lubuklinggau  tahun 2002 hingga 2009. 

Jabatan yang hingga kini masih iya duduki yakni sebagai Direktur Utama CV. Buana Sari dan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Lubuklinggau. Selain itu dirinya juga sebagai pemilik dan pengusaha perhotelan di kota itu yang sekarang ini sudah tiga hotel yang sedang berkembang berkat polesan tangan dinginnya diantaranya Hotel Masesa, Hotel saka dan Wisma Raya.

Selain berhasil berkiprah didunia politik bapak delapan anak ini juga berhasil  sebagai kepala keluarga bagi anak-anak dan isterinya, karena dapat memberikan yang terbaik bagi keluarganya.  

Suami dari Farida Aryanti ini, berkomitmen dalam mencalonkan diri untuk menjadi Walikota Lubuklinggau demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Komitmen yang lebih jelas dan nyata adalah keberanian dirinya dalam berspekulasi untuk membuat Kota Lubuklinggau yang lebih maju dan sejahtera, belum menjadi walikotapun dirinya sudah membuktikan keseriusannya dengan bantuan kendaraan operasional roda dua kepada seluruh Ketua RT se-Kota Lubuklinggau.

“Yang pasti dalam waktu dekat ini akan saya buktikan perwujudan lain yang lebih nyata untuk membantu masyarakat yang ada di kota ini,”pungkasnya. (Pariwara/Rudi Tandjung)