Laman

Selasa, 12 Juni 2012

Warga KAT Sungai Jernih Sudah Nikmati Wajib Belajar

MUSI RAWAS, Jurnal Rakyat: Warga Komunitas Adat Tertinggal (KAT), Sungai Kijang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas, saat ini sudah berbaur dengan masyarakat umum, bahkan sudah menikmati wajib belajar yang telah diprogramkan pemerintah.

Pantauan Jurnal Rakyat, Senin (11/6) anak-anak bangsa dari warga KAT Sungai Kijang yang  sudah bersekolah telah mencapai ratusan anak.. Mereka bersekolah di SD Negeri Sungai Kijang, Kecamatan Rawas Ulu.

“Di Kecamatan Rawas Ulu ini, SDN Sungai Kijang merupakan satu-satunya SD yang memiliki yang muridanya ada dari warga KAT. Jadi saat ini warga KAT sudah menikmati program wajib belajar dalam arti kata mereka sudah bersekolah,“kata Kepala SDN Sungai Kijang, Surani A.Ma, Pd, saat dibincangi Jurnal Rakyat, kemarin.

Dikatakannya, saat ini warga KAT Sungai Kijang yang bersekolah di SDN Sungai Kijang telah mencapai 163 siswa dan mulai dari jenjang kelas I (satu) hingga kelas VI (Enam).

“Namun saat ini SDN Sungai Kijang masih kekurangan tenaga pengajar dan belum ada gedung UKS dan juga belum lengkapnya bantuan perpustakaan dan alat peraga lainnya,”katanya.

Oleh sebab itu, tambahnya, menginggat dalam mendidik dan memberi pelajaran kepada siswa-siswi dari KAT sangat berbeda dibandingkan dengan asli pribumi.

“Kita berharap pemerintah dapat menambahkan tenaga pengajar dan fasilitas-fasilitas lainnya di sekolah ini karena mereka perlu lebih mengenal alat-alat peraga yang ada di sekolah,”harapnya. (Biroe)

Senin, 11 Juni 2012

Formula Inginkan Pemilukada Bersih



Ilustrasi
LUBUKLINGGAU, Jurnal Rakyat: Forum Pemuda Lubuklinggau (Formula) menginginkan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kota Lubuklinggau bersih tanpa ada unsur politik uang alias money politic.

“Menyikapi keinginan dari kita bersama mengenai pelaksaan pemilukada ini terselenggara dengan bersih dan berkwalitas,memang harus ada komitmen dari semua kandidat untuk melaksakan pemilukada ini dengan mematuhi aturan dan mekanisme yang ada,”kata Ketua Formula, Taufik Ramadhon, kepada wartawan, Senin (11/6/2012).

Dijelaskannya, dirinya menginginkan pihak kandidat dapat bersama mensukseskan pesta demokrasi ini agar semua hasil nya memang sesuai dengan pilihan masyarakat,tidak ada unsure politik yang menggunakan uang ataupun bentuk-bentuk pembodohan kepada masyarakat dengan cara-cara pemberian hadia atau apapun bentuknya.

“Jika pemilukada ini syarat dengan politik uang, ataupun black camfaign, artinya jika memang hal itu masih di lakukan oleh para kandidat,ini adalah pembelajaran politik yang tidak benar terhadap masyarakat.Sebab jika ini di biasakan maka yang di pilih oleh masyarakat sebagai pemimpin. bukanlah pemimpin yang di pilih karena figure ataupun karena kinerjanya namun karena uangnya.”ungkapnya.

Menurutnya, tim-tim Sukses dari para kandidat masing-masing harus juga memiliki pemahaman untuk sama-sam mendorong dan menjaga pelaksanaan pemilukada ini agar berkwalitas dan bersih,begitu juga istansi terkait seperti Panwaslu hingga di tingkat kecamatan harus melakukan pengawasan secara ketat terhadap aktifitas yang menyangkut pemulikada ini.

“Kalau pada ruang ini panwaslu tidak dapat maksimal melaksanakan kerja nya, kecenderungan pelanggaran-pelanggaran akan bisa muncul,yang jadi persoalan saat ini sudah banyak kandidat yang muncul membagikan sembako kepada masyarakat. ini tidak bisa di biarkan masyarakat kota ini harus segera di beri pengertian dan pendidikan politik yang baik. Dan masyarakat harus bisa memilih pemimpin menggunakan hati nuraninya sendiri tanpa harus di setir oleh orang lain kalau tidak sekarang kapan lagi kita bisa menciptakan suasana pesta demokerasi yang baik dan bersih,”pintanya.

Ditambahkannya, dirinya meminta semua unsur masyarakat sekota Lubuklinggau agar dapat sama-sama menyukseskan pemilukada yang akan di laksanakan dalam waktu dekat ini.

“Semua unsur harus bisa mengawasi jalannya pemilukada, agar terciptanya pemilukada yang bersih sesuai dengan harapan kita semua,”Pungkasnya. (R Tanjung/Biroe)