*Ajang O2SN 2012
 |
| Aunur Rofiq |
LUBUKLINGGAU, Jurnal Rakyat: Atlet Kota
Lubuklinggau berhasil menyumbangkan enam medali emas, tujuh medali perak, dan
11 medali perunggu pada event Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tahun 2012
di Palembang, 7-17 Juni 2012 lalu.
Sementara dalam even Olimpiade Olahraga Siswa Nasional
(O2SN) tingkat SMP, atlet Kota Lubuklinggau juga berhasil meraih tiga medali
emas, delapan medali perak dan lima
perunggu.
Sedangkan pada O2SN
tingkat SD, atlet junior Kota Lubuklinggau berhasil meraih satu medali emas,
dua medali perak dan tujuh medali perunggu.
Hal itu
disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Lubuklinggau, Agusni Effendi
melalui Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (Kabid PLS), Aunur Rofiq, kemarin
(21/6).
Dalam
O2SN tingkat SMP, atlet cabang olahraga atletik, bulutangkis, dan bola voli
putri berhasil menjadi yang terdepan untuk tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
Pada O2SN 2012 tersebut, Kota Lubuklinggau masuk urutan tiga besar dari 15
kabupaten/kota se Sumsel.
“Tentunya
kita belum merasa puas dengan prestasi yang telah diraih tersebut. Namun
demikian, kita patut bersyukur atas usaha anak-anak dan pelatih selama ini
semoga akan menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan
prestasinya demi mengharumkan nama Kota Lubuklinggau di kancah yang lebih
tinggi,” imbuhnya.
Rofiq
menambahkan pada even POPDA se-Sumatera Selatan, atlet Kota Lubuklinggau mampu
meraih medali emas pada cabor atletik, pencak silat, Bola Voli Putri, Karate,
dan dua medali emas disumbangkan oleh atlet dari cabor tekwondo.(Humas &
Protokol Kota Lubuklinggau)
LUBUKLINGGAU, Jurnal Rakyat: Menjelang bulan suci Ramadhan,
harga-harga kebutuhan pokok di Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau mulai
merangkak naik.
Pantauan
Jurnal Rakyat di Pasar Inpres Lubuklinggau, harga kebutuhan pokok yang mulai
naik diantaranya harga gula dan beras.
Salah
seorang pedagang di pasar inpres Lubuklinggau, Nani (30) mengungkapkan harga
gula yang semula Rp 10.500,- sekarang sudah naik menjadi Rp 13.000,-. Sedangkan
harga beras jenis IR 64 yang semula Rp 7.000,- sekarang sudah naik menjadi Rp
8.500,-.
“Untuk
saat ini baru harga gula dan beras yang mulai merangkak naik, sedangkan harga
kebutuhan pokok lainnya masih stabil,”katanya.
Menurutnya,
biasanya menjelang Ramadhan ini sudah menjadi kebiasaan harga kebutuhan pokok
mengalami kenaikan.
“Mudah-mudahan,
harga-harga kebutuhan pokok selain beras dan gula tidak mengalami kenaikan,
hingga menjelang Idul Fitri nanti,”harapnya. (Biroe)