Laman

Kamis, 28 November 2013

Tuah Negeri Gelar Lomba Balita Sehat




MUSI RAWAS, Jurnal Rakyat : Guna mendukung Program Musi Rawas Sehat, pihak Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan menggelar Lomba Balita Sehat 2013, Kamis (28/11/2013).

Dalam Sambutannya, Camat Tuah Negeri, Wahyu Wibisono mengatakan lomba Balita Sehat 2013 ini dilaksanakan dalam rangka menunjang Program Musi Rawas Sehat dan Sumsel Gemilang.

"Dengan adanya lomba balita sehat ini, diharapkan dapat meningkatkan keinginan para ibu untuk selalu memeriksa dan menjaga kesehatan balitanya melalui posyandu-posyandu,"katanya.

Dengan demikian, katanya, kedepannya partisipasi masyarakat terhadap kunjungan posyandu di setiap desa yang ada di Kecamatan Tuah Negeri akan meningkat.

Sementara, Kepala UPT Puskesmas Air Beliti, Kecamatan Tuah Negeri, Nuryadi, mengungkapkan penyelenggara lomba balita sehat adalah pihak kecamatan, sedangkan pihaknya merupakan sebagai pelaksana dan tim penilai lomba.

"Kami selaku pihak pelaksana sangat mengapresiasi dengan diselenggarakannya lomba balita sehat ini,"katanya.

Lomba Balita Sehat 2013 Kecamatan Tuah Negeri, diikuti oleh 54 balita dari 11 desa yang ada di Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas.

Adapun kriteria yang dinilai, sambungnya, pertama status anak, yakni usia 1 tahun hingga 2 tahun, berat dan tinggi badan yang ideal dan imunisasi yang rutin sesuai dengan usia balita.

"Penilaian juga dilakukan pada gizi balita, kebersihan dan penampilan balita. Selain itu, sebagai bahan penyeimbang penilaian kita juga melihat pendidikan dan pekerjaan orang tua balita,"jelasnya.

Pada lomba balita sehat 2013 tingkat Kecamatan Tuah Negeri, untuk Juara I diraih oleh Naila Salsabillah dari Desa Air Beliti, Juara II disabet oleh Maydina Munggari dari Desa Sukamulya. Selanjutnya Juara III digondol oleh Rheza Aditya balita dari Desa Darma Sakti, sedangkan Tantri Febyan balita dari Desa Sukamulya menduduki Juara IV.(Biroe)

Rabu, 27 November 2013

KPU Sumsel Siapkan Dua Opsi



PALEMBANG, Jurnal Rakyat : Terkait adanya dugaan persoalan dan menipulasi dalam seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) se-Sumsel yang telah menghasilkan 10 besar, hasil produk tim seleksi (Timsel) sebelumnya. KPU Provinsi Sumsel menyiapkan dua opsi penyelesaian jika dalam verifikasi terbukti ada pelanggaran.

Hal ini disampaikan Ketua KPU Sumsel, Aspahani usai rapat koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel, di Sekretariat KPU Sumsel, Jalan Pangeran Ratu, Jakabaring, Selasa (26/11/2013).

Menurut Aspahani, dua opsi dimaksud yakni, rekrutmen/seleksi dikembalikan ke 20 besar, dan opsi kedua diulang dari awal, atau dari nol.

Meskipun begitu KPU Sumsel akan berkonsultasi terlebih dahulu ke KPU RI di Jakarta, terkait proses seleksi komisioner KPUD kabupaten/kota se Sumsel tersebut.

“Semua data sudah kita verifikasi, kami juga sudah buat tim dan akan membuat surat resmi untuk konsul ke KPU Pusat, apakah dikembalikan ke dua puluh besar ataukah kembali ke nol,” kata Aspahani.

Namun kata Aspahani, jika rekrutmen harus kembali ke awal, prosesnya agak suliat, mengingat waktu dan biaya. “Ini juga harus dicermati secara teknis, terkait undang-undang, dan lainnya,” terangnya.(Sripoku.com)