Laman

Minggu, 01 Desember 2013

Sore ini Mahapala Unnes Menuju Puncak Aconcagua, Argentina



Gunung Aconcagua/Foto Net
SEMARANG, Jurnal Rakyat : Tim Ekspedisi Spirit of Indonesian Youth expedition Part III (SIYE III) Mt. Aconcagua (6.962 amsl) Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Negeri Semarang (Mahapala Unnes) hari ini tiba di Camp 3 Berlin dengan ketinggian 5.900 mdpl.

"Syukur, alhamdulillah, tepat pukul 05.05 WIB tim ekspedisi SIYE III Aconcagua mengabarkan bahwa telah berada di camp terakhir Gunung Aconcagua," ujar Ketua Tim Teknis Ekspedisi Mahapala Unnes, Muhammad Syafii kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini, (Minggu, 1/12/2013).

Dijelaskan Syafii, tiga pendaki yang terdiri dari Miftakhul Ulum, Putra Triya Atmaja, dan Hermawati menempuh pendakian dari Camp Nido De Condores (5.250 mdpl) ke Camp 3 Berlin (5.900 mdpl) dalam waktu 3 jam 20 menit, yang berarti lebih cepat dari perkiraan waktu normal pendakian yang biasa ditempuh dalam kurun waktu 4 jam.

"Saat ini kondisi tim pendaki dalam keadaan baik, dan situasi cuaca di sekitar Camp 3 Berlin sedang dilanda hujan salju serta angin, sehingga semua kegiatan hanya dapat dilakukan di dalam tenda," jelas Ketua Tim Teknis Ekspedisi Mahapala Unnes, Muhammad Syafii.

Sesuai dengan hasil briefing tim di Indonesia bersama para atlet melalui telpon satelit pagi ini, ketiga atlet pendaki akan memulai pendakian pada pukul 06.00 esok hari waktu Argentina yang dalam waktu Indonesia adalah sore nanti pukul 16.00 dan akan mengibarkan bendera Merah Putih pada pukul 16.00 waktu Argentina atau pukul 02.00 WIB, (Senin, 2/12).

"Bersamaan dengan itu Tim di Indonesia akan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama atlet di Puncak Aconcagua. Beberapa plant telah kami koordinasikan untuk teknis pendakian menuju puncak dan pengibaran Bendera Sang Saka Merah Putih dan Unnes nantinya," jelas Muhammad Syafii.

Panitia kegiatan Ekspedisi mengharapkan doa dari Keluarga Besar Universitas Negeri Semarang, dan seluruh Masyarakat Indonesia untuk kesehatan atlet dan kondisi cuaca yang baik agar Spirit of Indonesian Youth Expedition part III Mahapala Unnes 2013 Mt. Aconcagua (6.962 mdpl), Argentina dapat berjalan dengan sukses.(RMOL)

Sabtu, 30 November 2013

Tim FH Unsri Juara Kompetisi Debat Mahasiswa



PALEMBANG, Jurnal Rakyat : Dua tim dari Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (FH Unsri), mengungguli peserta lain dalam adu argumentasi kompetisi debat yang diselenggarakan Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) Sumatera Selatan.

Sementara tim dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA), menjadi juara ketiga pada kompetisi antar mahasiswa yang diselenggarakan  hari Sabtu (30/11/2013), di Gedung Pengadilan Negeri Palembang.

Kompetisi Debat Mahasiswa antar-Perguruan Tinggi se-Sumsel ini diikuti delapan tim dari berbagai perguruan tinggi (PT) di Palembang. Materi yang ditentukan panitia penyelenggara seputaran penegakan hukum. Diantara tema yang ditawarkan, antara lain wacana hukuman mati bagi koruptor.
Acara ini merupakan rangkaian kegiatan ulang tahun Peradi Sumsel ke-9, juga beradu argumentasi menyikapi pro dan kontra atas pemberian grasi (pengampunan hukuman) dari presiden.

Masing-masing tim pemenang: Juara I, Yuri Alfha Fawnia, Firiyani dan Isma (mahasiswa semester V FH Unsri). Juara kedua mahasiswa semester III FH Unsri, yang terdiri dari Imam Akbar, Kartika Aprilia dan Reza Aidil Fitriyansyah. Masing-masing tim pemenang memperoleh hadiah selain piala dan sertifikat, serta hadih uang Rp 3 juta dan juara kedua Rp 2 juta.

Sementara juara ketiga mahasiswa STIHPADA terdiri dari Doddy Satriadi, Romalia dan Dodi Irawan. Mereka memperoleh hadiah uang Rp 1 juta.

Peradi merupakan salah satu organisasi advokat, selain Ikadin (Ikatan Advokat Indonesia) dan KAI (Kongres Advokat Indonesia).

Menurut Andre, panitia penyelenggara debat, acara ini akan menjadi agenda rutin Peradi Sumsel. Diharapkan, debat ini akan melahirkan tokoh-tokoh mahasiswa yang mampu berargumentasi persoalan hukum, serta persoalan-persoalan sosial di dalam masyarakat.

"Mahasiswa hukum, bukan hanya mampu berargumentasi disiplin ilmu yang dipelajarinya. Tetapi mampu melihat persoalan kebijakan pemerintahan dan menghargai perbedaan pendapat," kata Andre pada acara pembukaan debat.(Sripoku.com)