Laman

Sabtu, 14 Desember 2013

2017 Tidak Ada Lagi Pengiriman TKI



Muhaimin Iskandar                  Foto. Net
BANJARBARU, Jurnal Rakyat : Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menargetkan pengurangan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) keluar negeri hingga ke titik nol atau zero mulai tahun 2017. "Kami sudah menyiapkan road map melalui rencana aksi yang mendukung program pengurangan pengiriman TKI hingga titik nol," ujar Menakertrans Muhaimin Iskandar di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Ia mengatakan, kebijakan pengurangan jumlah TKI yang dikirim ke luar negeri berlaku bagi tenaga kerja sektor informal, sedangkan formal masih dilakukan untuk memenuhi permintaan tenaga kerja.  Dijelaskan, permintaan tenaga kerja informal masih bisa dipenuhi apabila negara penerima memenuhi syarat minimum yang ditetapkan sehingga TKI tenang, aman dan nyaman selama bekerja di luar negeri. "Syarat minimal yang harus dipenuhi diantaranya adanya jaminan perlindungan dan penghargaan sesuai tenaga kerja formal, gaji dimasukan ke rekening bank dan adanya jaminan sosial," ujarnya.

Dikatakan, negara yang sudah siap memenuhi syarat TKI informal adalah Hongkong, Taiwan dan Malaysia yang masih mempertimbangkan, sedangkan Arab Saudi dan negara Timur Tengah lainnya masih belum mau. "Makanya, dilakukan moratorium untuk menghentikan pengiriman TKI ke kawasan Timur Tengah tetapi masih banyak WNI yang berangkat melalui jalur umroh tetapi akhirnya tinggal dan bekerja di sana," ungkapnya.

Ditekankan, pengurangan jumlah pengiriman TKI dilakukan sebagai upaya mencegah warga negara mendapat perlakuan tidak manusiawi selama bekerja dan mencari nafkah di luar negeri. Pihaknya juga sudah menjalin kerja sama dengan Palang Merah Indonesia di bidang pelayanan dan perlindungan TKI sehingga mereka tidak kehilangan haknya sebagai insan manusia yang berhak dilindungi.(Republika.co.id)

Bertengkar Dengan Suami, Istri Bakar Diri



Ilustrasi                                  Foto.Net
SINGKAWANG, Jurnal Rakyat : Warga Singkawang, Camelia mencoba bunuh diri usai bertengkar dengan suaminya, Fendi, Kamis (12/12/2013) sekitar pukul 16.00 WIB. Namun aksi bakar diri itu berhasil dipadamkan Fendi.

Kapolsek Singkawang Tengah, Iptu Adi Nugroho saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan Camelia memang dalam usaha melakukan bunuh diri.

"Korban bertengkar dengan suaminya. Kemudian coba bunuh diri dengan menyiram bensin ke tubuhnya," ungkap Adi, Jumat (13/12/2013).

Setelah seluruh tubuhnya disiram dengan bensin, wanita kelahiran 29 Agustus 1988 ini menyulut api. Fendi yang melihat hal itu langsung berusaha memadamkan api.

"Api berhasil dipadamkan oleh suaminya. Meski begitu, korban mengalami luka bakar pada perut dan tangan sebelah kiri," jelasnya.

Adi menerangkan, setelah dibawa ke rumah sakit, warga Jl Alianyang itu kemudian dibawa ke Mapolsek Tengah. Di situ pihaknya meminta informasi keduanya. "Dari keterangan yang kita dapat, tak ada unsur tindak pidananya. Saat ini keduanya sudah pulang," pungkas Kapolsek.(Sripoku)