Laman

Senin, 16 Desember 2013

Wiranto: Saya Tidak Sebut Rhoma Irama Tak Layak Nyapres



Wiranto                                   Foto. Istimewa
SURABAYA, Jurnal Rakyat : Wiranto mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah mengina raja dangdut Rhoma Irama. Usai mengikuti upacara Hari Juang Kartika di Lapangan Makoda Brawijaya, Surabaya (Minggu, 15/12), Wiranto menegaskan dirinya tidak pernah menyinggung Rhoma tidak pantas nyapres. 

“Saya tidak pernah menyebut nama orang per orang. Ini perlu di-clear-kan,” ucap Ketua Umum Hanura yang juga mau nyapres di 2014 ini.

Wiranto mengklaim, dirinya bukan tipe orang yang suka menyinggung orang lain. 

“Itu bukan watak saya, tidak mungkin saya merendahkan, melecehkan orang lain," pungkas dia.

Pernyataan yang dianggap menghina Rhoma ini diucapkan Wiranto saat mengikuti debat capres yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jumat lalu (13/12). 

“Sekarang ini penyanyi dangdut dijadikan calon. Ada lagi pelawak. Nanti lama-lama pemain akrobat juga dicalonkan jadi presiden,” ucapnya waktu itu.

PKB, sebagai partai yang mau ngusung Rhoma nyapres, sempat bereaksi keras atas ucapan Wiranto itu. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menantang Wiranto untuk debat dengan Rhoma. Muhaimin juga sesumbar, ucapan Wiranto juga membuat elektabilitas Rhoma semakin kuat. “Semakin Bang Haji dihina, Insya Allah semakin kuat,” ucapnya.(RMOL)

Minggu, 15 Desember 2013

Diduga Selingkuh, PNS Digerebek Warga



Ilustrasi                                         Foto.Istimewa
SITUBONDO, Jurnal Rakyat : Diduga berselingkuh dengan wanita idaman lain (WIL), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial Am (40) asal Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, digerebek puluhan warga, Minggu (15/12/2013).

Saat digerebek, Am kepergok sedang berduaan dengan WIL-nya di dalam rumah kontrakan di Desa Kedungloh, Kecamatan Asembagus. Sebelum digerebek, kata Sugiono, warga setempat, oknum PNS yang bertugas di Taman Nasional Baluran Situbondo itu dikabarkan telah tinggal bersama WIL-nya di rumah kontrakan itu selama sebulan.

Informasi yang berkembang, wanita selingkuhan Am itu sudah hamil. Hal inilah yang membuat Y, istri Am merasa kesal dengan ulah suaminya. Y pun berencana akan melaporkan dugaan kasus perselingkuhan tersebut ke Pemkab Situbondo, Senin (16/12/2013) besok.

“Sekarang saya sudah pasrah. Kejadian ini sudah saya laporkan ke dinasnya. Saya juga akan melapor ke Bagian Pemerintahan dan Bupati. Masak selingkuh dibiarkan,” katanya.

Kepala Desa Kedungloh, Asri Hardiyanto menegaskan pihaknya akan mengusir siapapun yang masuk ke desanya apabila tidak melapor. “Saya tegaskan secara dinas, saya tidak pernah menerima laporan sama sekali terkait kejadian itu. Terbukti saat saya kroscek ke kepala dusun dan RT setempat, juga tidak ada laporan apapun dan tamu yang datang ke desa saya 1x24 jam tanpa laporan, sudah menjadi peraturan, harus keluar dari desa saya,” tukasnya.

Diperoleh keterangan, dugaan kasus perselingkuhan yang dilakukan oknum PNS tersebut konon sudah dua kali terjadi. Namun oknum PNS itu baru kali ini digerebek warga.(Sripoku)