Laman

Kamis, 09 Februari 2012

Dewan Pers Berharap Media Siber Patuhi Kode Etik



JAKARTA, Jurnal Rakyat: Setelah Pedoman Pemberitaan Media Siber ditandatangani pada Jumat (3/2) lalu, Dewan Pers berharap media-media siber atau media online mematuhi kode etik yang sudah disusun.

Menurut Anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo, perkembangan media siber di Indonesia tidak bisa dicegah, sehingga Dewan Pers menyusun kode etik bagi media siber. “Perkembangan itu bagus tapi perlu diantisipasi dengan membuat panduan, kode etik untuk mengurangi dampak-dampak negatif,” kata Agus saat dihubungi, Rabu (8/2/2012).

Menurut Agus, Dewan Pers menerima banyak aduan terkait pemberitaan media siber. Pengaduan tersebut sebagian besar terkait pemberitaan yang tidak berimbang dan menghakimi. Aduan lainnya, berita siber juga kerap tidak akurat dengan mengutip pernyataan atau data yang salah.

Keluhan lain, adanya komentar-komentar pedas pembaca yang tetap ditampilkan media tersebut. “Komentar-komentar berita yang berbau SARA dan permusuhan itu yang perlu diantisipasi,” ujar Agus.

Agus mengatakan, pedoman tersebut saat ini masih terus disosialisasikan Dewan Pers ke berbagai pihak, termasuk asosiasi-asosiasi wartawan. Asosiasi wartawan dilibatkan dalam membuat panduan berita siber yang nantinya akan dilaksanakan anggotanya.

Dewan Pers sendiri belum mendata jumlah media siber di Indonesia. Namun sebanyak 32 media siber ikut menandatangani Pedoman Pemberitaan Media Siber. Menurut dia, jumlah media siber yang tercatat di Indonesia tidak sebanyak yang ada di internet. “Media online tidak sampai ratusan. Jadi harus memisahkan yang web dan non media. Kalau yang web kan tidak punya fungsi jurnalistik secara rutin, atau struktur redaksi,” ujar dia. (Jurnas)

Presiden: Pers Harus Seimbang


Susilo Bambang Yudhoyono

JAMBI, Jurnal Rakyat: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pers bersikap seimbang dengan tidak hanya memberitakan hal-hal buruk atau negatif, tetapi juga mengulas hal-hal yang positif.

"Kalau sangat tidak seimbang, rakyat akan sinis, skeptis, tidak percaya, dan menyalahkan pemerintah, bahkan menyalahkan bangsanya," kata Yudhoyono dalam acara Puncak Peringatan Hari Pers Nasional tahun 2012 di Provinsi Jambi, Kamis.

Yudhoyono mengatakan, salah satu tugas pers adalah mengawasi jalannya pemerintahan dan memantau situasi masyarakat.

Namun demikian, pers tetap memiliki tanggungjawab moral kepada masyarakat yang akan selalu mengamati pemberitaan pers.

"Masyarakat kita juga sangat kritis mengamati mana pemberitaan yang tidak berimbang, mana media yang kritis tapi tetap seimbang," katanya.

Meski demikian, Yudhoyono menegaskan, Indonesia akan terus menganut paham kemerdekaan pers. Menurut dia, suatu negara akan lebih baik jika menganut paham kebebasan pers, daripada paham otoritarian.

Kemerdekaan pers akan memenuhi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi, kehidupan demokrasi akan berjalan dengan baik, dan aspirasi masyarakat bisa disuarakan.

Presiden tiba di Jambi sekitar pukul 11.00 WIB, dengan menumpang pesawat khusus kepresidenan. 

Setelah singgah sebentar di kantor pemerintah Provinsi Jambi, Kepala Negara dan rombongan langsung menuju ke gedung DPRD Provinsi Jambi untuk menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional yang dimulai pada pukul 14.00 WIB.

Pada pukul 15.50 WIB, Yudhoyono meninjau Pameran Pers dan Jambi Expo 2012 di Arena Eks MTQ Paal Merah, Jambi. Pameran itu diikuti oleh sejumlah institusi pers, termasuk Kantor Berita ANTARA.

Presiden dijadwalkan berada di Jambi sampai Jumat (10/2). Rombongan Kepala Negara akan meninggalkan Jambi menuju Jakarta pada pukul 14.00 WIB. Sebelum meninggalkan Jambi, Presiden dijadwalkan meninjau sebuah lokasi budi daya ikan Patin. (Antara)