Laman

Selasa, 16 Oktober 2012

DPRD Terima LKPJ Walikota Lubuklinggau



Penyerahan LKPJ Wako dan Wawako Lubuklinggau kepada DPRD
LUBUKLINGGAU, Jurnal Rakyat: Pemerintah Kota  Lubuklinggau melalui Pejabat Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Memberikan Laporan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota dan Wakil Walikota kepada Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Selasa (16/10). 

Ketua DPRD Lubuklinggau, Hasbi Asadiki didampingi Wakil Ketua II Effendi, Wakil Ketua Komisi III Romi Jaya dan Ketua Banmus Sofyan Menyatakan, dirinya mewakili semua Anggota dewan yang ada memberikan apresiasi kepada pihak Pemerintah Kota Lubuklinggau yang sudah merespon baik dan cepat dalam menyerahkan LKPJ yang memang sebelumnya memang pihaknya minta. 

"Pada tanggal 24 september kami langsung menyerahkan surat kepada Walikota H.Riduan Effendi, yang intinya meminta agar LKPJ dapat segera di serahkan kepada DPRD," Ujar Hasbi.

Diungkapkannya, untuk hari ini (red, Kemarin) LKPJ siserhakan langsung oleh PLH Sekda Kota Lubuklinggau Parigan Bersama staf dan jajaran Pemkot, karena Walikota saat ini sedang ada kegiatan. Yang tidak bisa di wakili. " Kami akan  tindak lanjuti sesuai dengan Tata tertib yang ada di dewan,dan akan di laksanakan rapim dengan ketua balekda," Ucapnya.

Langkah selanjutnya,akan di bawah ke Banmus dan akan di bahas sesuai dengan dengan mekanis undang-undang No 32 dan Tatip dewan. Tentang laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada DPRD.

"Inipun sudah sesuai dengan Undang-undang nomor 3 tahun 2007 yang menyatakan bahwa  Enam bulan Sebelum akhir jabatan Walikota sudah melaporkan LKPJ nya kepada dewan, mengingat waktu saat ini untuk itu rapat paripurna untuk membahas LKPJ ini akan di laksanakan usai Pilkada atau sekira tanggal 21 Oktober," Tambahnya.

Sementara itu, Parigan selaku PLH Sekda kota tersebut yang mewakili Walikota menyebutkan, menindak lanjuti surat dari DPRD Lubuklinggau. Khusus untuk Menyerahkan LKPJ Masa Jabatan Walikota Lubuklinggau Priode 2008 -2013 dan itu sudah menjadi kewajiban yang sudah di tentukan oleh undang-undang termasuk juga memberikan laporan LPPD. " LKPJ dan LPPD materinya hampir sama, tidak jauh beda intinya ini adalah pertanggung jawaban Walikota kita semasa ia menjabat," Pungkasnya. (R Tanjung)

Minggu, 14 Oktober 2012

Pindah Rumah Dinas Baru, Jokowi Bawa Tempat Tidur



Tempat Tidur Jokowi (Foto: Detiknews)
JAKARTA, Jurnal Rakyat: Gubernur terpilih Joko Widodo (Jokowi) akan segera menempati rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat. Dia pun membawa barang dari rumahnya di Solo. Diantara barang-barang yang dibawa lemari, meja kerja, kursi, dan tempat tidur. Ternyata barang-barang yang dibawa adalah buatan Jokowi sendiri.

"(Bawa) tempat tidur saja, tempat tidur jelek lho ya, bukan tempat tidur bagus," kata Jokowi sebelum gladi resik pelantikan gubernur DKI di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Minggu (14/10/2012).

Jokowi tak menjelaskan alasannya membawa tempat tidur tersebut. Saat ditanya lebih lanjut, dia hanya tertawa. Namun dia menjelaskan barang-barang lain dari rumahnya di Solo juga dibawa. "Truk (yang membawa barang) sudah mau masuk," tuturnya.

Usai gladi resik, Jokowi akan langsung menuju rumah dinasnya. Dia akan meninjau persiapan di rumah yang pernah ditempati oleh Fauzi Bowo itu.

"Ini mau lihat rumah dinas dulu, setelah ini, kan saya belum pernah ke sana. Mau lihat persiapan di sana," ujarnya

Pantauan detikcom di rumah dinas Gubernur DKI, Minggu (14/20/2012), truk yang membawa barang-barang Jokowi dari Solo telah sampai. Beberapa barang yang dibawa truk itu di antaranya tempat tidur yang terdiri dari kasur dan dipannya. Selain itu terdapat lemari, meja kerja dan kursinya yang semuanya terbuat dari kayu jati.

Jokowi menuturkan tempat tidur yang dia bawa memang dibuatnya sendiri. Tempat tidur itu sudah digunakannya selama 17 tahun.

"Tempat tidur itu memang sudah jelek, sudah saya pakai tidur lebih dari 17 tahun. Kalau tidur pakai itu saya kan bisa tidur nyenyak, adem. Itu buat sendiri, saya kan tukang kayu," tuturnya,
Jokowi mengatakan tak ada barang mewah yang dia bawa dari Solo untuk ditempatkan di rumah dinas. Dia juga tak akan banyak menambah barang baru dan akan memanfaatkan barang-barang lama yang sudah tersedia.

Jokowi juga merasa tak perlu melakukan renovasi terhadap rumah dinasnya itu. "Saya suka (rumahnya), Saya itu biasa mau tidur di mana saja, mau di pinggir kali sudah biasa," imbuhnya.

Sementara, salah seorang teman Jokowi yang menata rumah dinas Jokowi, Anggit Nugroho, mengatakan barang-barang dari Solo yang dibawa ke Jakarta adalah barang yang dibuat oleh Jokowi sendiri. Barang-barang itu juga diekspor ke Spanyol melalui usaha mebel milik Jokowi.

"Ini tempat tidur dibuat langsung oleh Bapak. Sudah nyaman katanya. Yang lain juga buatan Bapak sendiri, seperti kursi dan lemari, diekspor Bapak juga kok ke Spanyol," lanjut pria yang mengaku sudah menemani Jokowi sejak 2004 lalu itu. (Detik)