Laman

Kamis, 31 Oktober 2013

Kades Disosialisasikan E-voting



MUSI RAWAS, Jurnal Rakyat : Bertempat digedung Auditorium Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Kamis (31/10/2013) dilaksanakan sosialisasi metode E-voting atau metode penghitungan cepat secara online untuk pemilihan kepala desa dan dilaksanakan juga simulasi pemilihan Kades, cara tersebut (E-voting, red) pertama kali diterapkan di kabupaten setempat maupun di Provinsi Sumatera Selatan.
"Dengan penerapan e-voting pada setiap pilkades untuk mencegah terjadinya kecurangan yang bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dan dengan menggunakan hitung cepat tersebut semua suara hasil pemilihan dijamin tidak akan ada kecurangan," Kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (BPMPD) Musi Rawas, Rudi Irawan Ishak saat menyampaikan sambutannya pada acara sosialisasi.

Dengan kondisi semakin meningkatnya pendidikan masyarakat dan meningkatnya kwalitas pesta demokrasi, agar perhelatan pilkades lebih baik lagi kedepannya maka Pemerintah Kabupaten Musi Rawas memiliki ide menggunakan metode E-voting atau penghitungan cepat dan menjamin ketransparanan perhelatan pada setiap pilkades. Dan metode ini didapatkan dari hasil studi banding ke Provinsi Bali.

"Sedangkan kerjasama yang terjalin antara pemerintah daerah dengan pihak BPPT, berawal melalui surat Bupati Musi Rawas kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi  (BBPT) Nomor 142/1177/III/BPMPD/2012, 5 desember 2012 prihal penerapan E-voting saat pelaksanaan pilkades. Untuk itu hari ini pelaksanaan simulasi penggunaan dan cara memilih kita lakukan dihadapat semua pihak,"jelasnya.

Selain tim dari BPPT, menurut Rudi melalui SKPD yang ada dibentuk juga tim teknis yang terdiri dari BPMPD, Dishubkominfo, Disdukcapil dan Bagian Humas Setda Mura.

"Tak cukup disitu semua tenaga teknis di kabupaten kita sudah menerima pelatihan di Puspitek Serpong, sebelumnya selain sosialisasi di auditorium BPMPD juga sudah melakukan sosialisasi dibeberapa desa yang diantaranya yakni di Desa F Trikoyo, Desa Taba Rena dan Desa U2 Karyadadi. Kita optimis saat metode ini di lakukan semua akan berlangsung aman."Paparnya.

Total keseluruhan kades yang hadir pada sosialisasi dan simulasi E-voting dihadiri oleh seluruh kades dari 268 desa dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Musi Rawas.(R.Tandjung)

Rabu, 30 Oktober 2013

Univ PGRI Targetkan 3 Bulan Selesaikan Berkas Akreditasi



PALEMBANG, Jurnal Rakyat : Menjelang batas akhir penyerahan berkas akreditasi institusi yang ditetapkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada April 2014 mendatang, Universitas PGRI Palembang berupaya untuk memenuhinya.
Pihak Universitas PGRI Palembang bahkan, menargetkan proses pemberkasan akan diselesaikan dalam tiga bulan sehingga pada Januari 2014 mendatang sudah diusulkan ke BAN-PT.

Pembantu Rektor I Universitas PGRI Palembang H Eddy Salam SH MM, Selasa (29/10/2013) mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke semua struktur di lingkungannya untuk melengkapi semua berkas yang dibutuhkan. Prosesnya sendiri diakuinya lebih banyak dibanding akreditasi program studi (Prodi) seperti biasanya.

"Jika untuk akreditasi prodi biasanya kita hanya menyerahkan 34 dokumen dalam usulan, tetapi untuk akreditasi institusi ini dibutuhkan 57 dokumen yang kita butuhkan," katanya ketika ditemui pada pelatihan penyusunan Langkah Kerja Baku (LKB) di Aula Sriwijaya Universitas PGRI Palembang.

Namun, menurutnya target tiga bulan tersebut sangat masuk akal mengingat saat ini kinerja pengelola Universitas PGRI sudah cukup baik. Untuk itu, pihaknya sering membekali mahasiswa, dosen, dan pengelola dengan kegiatan berbentuk pelatihan untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kampusnya.

Ketua panitia Syaiful Eddy MSi mengatakan tujuan dilaksanakannya pelatihan ini bertujuan untuk memberikan acuan untuk seluruh satuan biro dan Unit Pelayanan Teknis (UPT) di lingkungan Universitas PGRI Palembang. Menurutnya, dalam penyusunan LKB harus berpedoman pada ketentuan yang sudah ditetapkan.

"LKB ini bersifat dinamis dan dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan teknis masing-masing unit kerja di lingkungan Universitas PGRI Palembang. Semoga melalui pelatihan ini, proses administrasi dapat berjalan baik dan lancar yang akan mendorong proses akreditasi institusi," ungkapnya.

Pelatihan ini diikuti 40 pengelola di lingkungan Universitas PGRI Palembang yang berasal dari Biro Akademik, Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian, Bidang Kemahasiswaan, dan UPT. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari pada 29-31 Oktober yang materinya akan disampaikan oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Universitas PGRI Palembang.(Sripoku.com)