Laman

Selasa, 10 Desember 2013

Penghulu Se-Jawa dan Madura Mogok Layani Nikah di Luar KUA



Ilustrasi                                  Foto Istimewa
CIREBON, Jurnal Rakyat : Ratusan penghulu se-Jawa dan Madura sepakat tidak akan melayani pernikahan warga di luar Kantor Urusan Agama (KUA) dan jam kerja.
Kesepakatan itu diambil dalam pertemuan ratusan penghulu di Islamic Centre Kabupaten Cirebon, Senin (9/12). ‘’Keputusan ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2014,’’ ujar perwakilan penghulu dari Jatim, Wagimun AW.

Dalam kesempatan tersebut, para penghulu juga sepakat mendeklarasikan pembentukan Asosiasi Penghulu Indonesia (API). Wagimun AW pun ditunjuk sebagai Ketua API, dan Sekjen API, Madari dari Jakarta.

Wagimun mengungkapkan, pihaknya terpaksa mengambil keputusan tersebut. Pasalnya, tidak ada payung hukum yang melindungi para penghulu, yang bekerja melayani pernikahan di luar KUA dan jam kantor.

Wagimun mengatakan, selama ini sebagian besar warga memilih untuk menikah di luar KUA dan jam kantor penghulu. Karenanya, para penghulu terpaksa harus mendatangi rumah atau lokasi yang menjadi tempat dilangsungkannya pernikahan calon mempelai pengantin.

Padahal, lanjut Wagimun, untuk mencapai rumah mempelai pengantin, bahkan kadang jaraknya sangat jauh, negara tidak menyediakan biaya transportasi bagi penghulu. Jika biaya transportasi itu harus ditanggung penghulu, maka akan sangat memberatkan penghulu.

Karena itu, pihak mempelai pengantin memberikan uang transportasi kepada penghulu. Namun ketika penghulu menerima uang tersebut, pemerintah melarang dan menyebutnya sebagai pungli atau gratifikasi. ‘’Ini tidak adil,’’ tegas Wagimun.

Wagimun menambahkan, sesuai aturan, tugas penghulu adalah, mencatat, menyaksikan dan melaporkan pernikahan. Dia menyatakan, tidak ada kewajiban bagi penghulu untuk melayani sampai harus mendatangi rumah atau lokasi tempat dilangsungkannya pernikahan mempelai pengantin.

Wagimun pun menagih janji Irjen Kementrian Agama, M Yasin, yang menyatakan pemerintah akan memberikan biaya transportasi kepada penghulu yang melayani pernikahan warga di luar kantor dan jam kerja.
Janji itu, disampaikan pada awal 2013 lalu. ‘’Tapi sampai tahun 2013-nya mau habis, janji Irjen Kemenag belum terealisasi,’’ tutur Wagimun.

Menurut Wagimun, kesepakatan untuk tidak melayani pencatatan nikah di luar kantor dan jam kerja, juga merupakan bentuk solidaritas atas kriminalisasi yang dialami kepala KUA Kediri, Jatim.
Dalam kesempatan itu, para penghulu juga mengumpulkan uang untuk membantu kepala KUA Kediri yang sedang menjalani proses hukum.

Sementara itu, Ketua Forum Kepala KUA Kabupaten Cirebon, Deni, menjelaskan, selama ini para penghulu di Kabupaten Cirebon sering mendapat ancaman terkait dengan uang yang mereka terima dari warga.
Ancaman itu terutama datang dari oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM). ‘’Karena itu kami sangat mendukung perjuangan ini,’’ tegas Deni.

Namun, Deni mengakui, pelaksanaan kesepakatan pelayanan di luar KUA dan jam kerja akan sangat  berat. Pasalnya, sekitar 90 persen pernikahan di Kabupaten Cirebon dilangsungkan malam hari.(Republika.co.id)

Senin, 09 Desember 2013

Program 1000 Koperasi Tercapai



Foto. Net
MUSI RAWAS, Jurnal Rakyat : Program 1.000 Koperasi yang dicanangkan Bupati Musi Rawas, Sumatera Selatan sudah tercapai bahkan melebih target yang ditentukan.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Bina Lembaga Koperasi pada Dinas Koperasi dan UKM, Musi Rawas, Gusti Rohmani saat dibincangi Jurnal Rakyat, Senin (9/12/2013).

“Jumlah koperasi yang terbentuk sudah mencapai 1030 dan koperasi-koperasi tersebut tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Musi Rawas. Itu termasuk juga yang ada diwilayah kabupaten Musi Rawas Utara, yakni sebanyak 311 koperasi dan mayoritas bergerak dibidang usaha simpan pinjam,"jelasnya.

Setelah tercapainya target, tambah Gusti, pihaknya akan berupaya meningkatkan kwalitas koperasi dengan terlebih dahulu melakukan pemetaan ulang.

"Setelah itu kita akan tahu dimana letak kelemahan atau faktor penyebab sehingga kwalitas koperasi tersebut masih kurang. Dan secara bertahap pengurus koperasi akan kita beri pelatihan untuk meningkatkan kwalitas SDMnya,"tuturnya.(Supran)